Semarang | Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menjadi tuan rumah kegiatan Pengajian Ramadhan 1447 H Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Regional Semarang Raya. Kegiatan yang digelar di Aula Lantai 1 Gedung Kuliah Bersama (GKB) III Unimus ini dihadiri oleh pimpinan daerah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah beserta organisasi otonom (Ortom) se-Semarang Raya, pimpinan universitas, serta ratusan peserta dari berbagai cabang dan ranting di wilayah Semarang dan sekitarnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor I Unimus Prof. Dr. Budi Santosa, M.Si., Med., beserta Wakil Rektor II dan Wakil Rektor III, para dekan, serta jajaran pimpinan di lingkungan Unimus.

Pengajian Ramadhan kali ini menghadirkan tiga narasumber yang membahas berbagai isu keislaman dan penguatan ideologi Muhammadiyah. Materi pertama disampaikan oleh Dr. H. Hasan Asy’ari Ulama’i, M.Ag. yang mengangkat tema Akidah Islam Berkemajuan. Selanjutnya, Dr. H. Hamim Ilyas, M.A., Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, memaparkan materi terkait Kalender Global Hijriah Tunggal (KGHT). Adapun materi ketiga disampaikan oleh H. Dodok Sartono dari Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah yang membahas aktivasi platform digital SATUMU sebagai upaya penguatan sistem informasi persyarikatan.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Unimus Prof. Budi Santosa menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Unimus sebagai tuan rumah kegiatan pengajian Ramadhan tingkat regional tersebut. Ia juga menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta di kampus Unimus.
“Unimus merupakan kampus unggul dengan slogan kampus yang menyenangkan, yang menggambarkan semangat memuliakan dan memajukan, serta menerapkan prinsip zero bullying di lingkungan kampus,” ujarnya.

Ia juga memaparkan sejumlah capaian prestasi Unimus di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya melalui pemeringkatan UI GreenMetric yang menilai komitmen perguruan tinggi terhadap konsep kampus hijau. Dalam pemeringkatan tersebut, Unimus menempati peringkat 582 dunia, peringkat 59 nasional dari lebih dari 4.000 perguruan tinggi di Indonesia, serta peringkat 6 di antara 162 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) se Idonesia. Di tingkat Jawa Tengah, Unimus bahkan menempati peringkat pertama dari 24 PTMA.
Selain itu, Unimus juga mengikuti pemeringkatan global lainnya seperti QS Ranking dan Times Higher Education (THE) Ranking sebagai bagian dari upaya evaluasi dan peningkatan kualitas institusi agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Merupakan kebanggaan bagi kami dapat menjadi tuan rumah kegiatan ini. Selain memperkuat silaturahmi, kegiatan pengajian Ramadhan ini juga menjadi bagian dari peran Unimus sebagai amal usaha Muhammadiyah dalam mendukung berbagai kegiatan persyarikatan,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Regional Muhammadiyah–‘Aisyiyah Semarang Raya yang diwakili oleh Dr. Eny Winaryati, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Muhammadiyah kini telah berusia 113 tahun, sedangkan ‘Aisyiyah telah mencapai usia 108 tahun. Menurutnya, perjalanan panjang tersebut menunjukkan konsistensi kedua organisasi dalam memperjuangkan nilai-nilai Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam.
Ia juga menyoroti tantangan abad ke-21 yang menuntut organisasi untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, khususnya dalam menghadapi kemajuan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (AI).
“Ke depan, kita perlu menguatkan empat kemampuan utama, yakni critical thinking, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Perkembangan teknologi yang sangat cepat menuntut Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah untuk melakukan reposisi program agar tetap relevan dengan tantangan zaman,” ungkapnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya penguatan kemandirian ekonomi organisasi sebagai salah satu tantangan yang perlu dihadapi secara bersama oleh seluruh elemen persyarikatan.
Sementara itu, perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Wahyudi, M.Pd., dalam sambutannya sekaligus membuka acara menyampaikan bahwa pengajian Ramadhan regional ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan meningkatkan wawasan keislaman dan pemahaman Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).

“Tahun ini pengajian Ramadhan mengangkat fokus pembahasan mengenai Akidah Islam Berkemajuan. Tema ini penting untuk memperkuat pemahaman umat terhadap konsep akidah dalam perspektif Muhammadiyah,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa akidah tidak sekadar dimaknai sebagai tauhid. Tauhid lebih menekankan pada pengesaan Allah sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Ikhlas, sedangkan akidah memiliki makna yang lebih luas sebagai sistem keyakinan yang mengikat hati, pikiran, dan perilaku seorang Muslim.

Melalui pengajian Ramadhan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman keislaman, mempererat ukhuwah antar warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, serta memperkokoh komitmen dalam menghadapi berbagai tantangan zaman dengan nilai-nilai Islam berkemajuan.
Reportase Humas Unimus (Tri)
![]()