Jl.Kedungmundu Raya No.18

SEMARANG, 50273

024 - 76740296

sekretariat@unimus.ac.id

Musyawarah Masyarakat Lingkungan II FK Unimus

Semarang | sebanyak tujuh kelompok Mahasiswa Semester 7 Fakultas Kedokteran Unimus memaparkan hasil Praktek Belajar Lapangan (PBL) Musyawarah Masyarakat Kelurahan II di Aula gedung kampus lima Unimus di desa Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang pada hari Kamis, 20 Februari 2020. Dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Kepala kecamatan dan para Kepala Desa Tempat PBL dilaksanakan, didampingi oleh Dekan yang diwakili oleh wakil dekan I dr. Arief Tajally Adhiatma, MH.Kes, Kaprodi S1 Kedokteran dr. Merry Tiyas Anggaraini,M.Kes, Dosen FK Unimus. Kegiatan Musyawarah Masyarakat Kelurahan II tersebut dilaksanakan bertujuan untuk memaparkan hasil kegiatan yang telah mahasiswa laksanakan selama satu bulan kepada Dinkes kota Semarang Kepala Kecamatan dan Juga kepala Desa dengan maksud dengan diadakannya pemaparan tyersebut bisa menambah data bagi Puskesmas, Desa maupun Dinkes terkait sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat kota semarang khususnya bagi masyarakat kecamatan Mijen dan desa dimana PBL dilaksanakan.


PBL yang dilasanakan di Kecamatan Mijen dan Puskesmas di wilayah kota Semarang tersebut secara umum mahasiswa diajarkan bagaimana mengidentifikasi sebuah masalah yang ada baik di puskesmas maupun di desa, yang kemudian memprioritaskan masalah dengan mencari alternative pemecahan masalah untuk mendapatkan hasil yang semaksimal mungkin kata Wakil Dekan I dalam sambutannya. PBL tersebut wajib bagi mahasiswa S1 Kedokteran Unimus khususnya bagi Mahasiswa tingkat Akhir dengan maksud untuk mengajarkan kepada mahasiswa bagaimana menjadi seorang dokter dan tenaga kesehatan yang professional dan berkompeten dengan cara membaur dan menganalisa masalah yang dihadapi oleh masyarakat di sebuah desa imbuh dr. Arief Tajally Adhiatma, MH.Kes. selain itu kepala Dinas Kesehatan menyampaikan ucapan terimakasih kepada FK Unimus khususnya bagi mahasiswa S1 kedokteran telah berpastisipasi pada PBL yang dilaksanakan dan menerapkan ilmu yang telah didapatkan selama perkuliahan. Kepala dinkes juga berpesan agar mahaisswa jangan Cuma pada saat PBL saja menyumbangkan sumbangsih ilmunya kepada masyarakat tapi juga bisa setelah kegiatan PBl berakhir, sehingga Ilmu dan wawasan yang didapat bisa bermanfaat baik untuk mahasiswaitu sendiri maupun bagi Masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *