Semarang | Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) berkolaborasi dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Jawa Tengah menggelar kuliah umum bertema “Nongki Fiskal, Ngulik APBN dengan Cara Asik”, Kamis (11/12/2025). Agenda yang mengulas Kajian Fiskal Regional Triwulan III Tahun 2025 tersebut berlangsung di ruang Amphitheater Gedung Kuliah Bersama (GKB) III lantai 1 dan diikuti oleh 70 mahasiswa FEB Unimus.
Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FEB Unimus Dr. Andwiani Sinarasri, S.E., M.Si, para ketua program studi, dosen, serta civitas akademika FEB Unimus. Hadir pula dua narasumber utama, yakni Bayu Andy Prasetya, SE., M.Si., Kepala Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah, serta Mahfud, SE., MAP., Kepala Bidang PPA II Kanwil DJPb Jateng.

Dalam sambutannya, Dekan FEB Unimus Dr. Adwiyani Sinarasri menyampaikan bahwa pemahaman mengenai sistem keuangan negara menjadi kompetensi fundamental bagi mahasiswa ekonomi. Menurutnya, kuliah umum semacam ini tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga membuka wawasan mahasiswa terhadap peluang karier di lembaga strategis seperti Kementerian Keuangan.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mengenalkan mahasiswa pada mekanisme keuangan negara. Semoga memberikan pencerahan, terutama bagi mereka yang bercita-cita bekerja di Kementerian Keuangan. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat memberi masukan, inspirasi, dan bisa terus berlanjut di masa mendatang,” tegasnya.

Narasumber pertama, Bayu Andy Prasetya, menyampaikan materi mendalam mengenai Kebijakan Fiskal dan APBN Tahun Anggaran 2025. Ia memaparkan arah kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi makro, strategi optimalisasi belanja negara, serta peran APBN sebagai instrumen untuk mendukung pembangunan yang inklusif.
Dalam paparannya, Bayu menekankan pentingnya hubungan sinergis antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam membangun literasi publik mengenai APBN.
“Kami berharap ada kepedulian dan perhatian dari kampus terkait APBN dan belanja negara. Perguruan tinggi memiliki peran besar dalam mencetak SDM yang memahami tata kelola keuangan negara,” ujarnya.

Selanjutnya pada materi kedua disampaikan oleh Mahfud, SE., MAP., yang membahastentang Diseminasi Kajian Fiskal Regional (KFR) Triwulan III Tahun 2025. Ia memaparkan kondisi terkini perekonomian Jawa Tengah, tren pembangunan daerah, serta tantangan ekonomi yang harus dipahami generasi muda.
Mahfud menegaskan bahwa pemahaman ekonomi tidak boleh parsial. Mahasiswa, menurutnya, perlu melihat keterkaitan antara kebijakan fiskal nasional dan dinamika ekonomi di berbagai daerah.
“Ekonomi tidak bisa dikotak-kotakkan. Semua saling terhubung. Mahasiswa perlu memahami kondisi ekonomi daerah agar mampu menangkap peluang dan berkontribusi bagi pembangunan,” jelasnya.

Selain sesi pemaparan materi, kegiatan “Nongki Fiskal” juga menjadi ruang interaktif bagi mahasiswa untuk berdiskusi langsung dengan para pengelola keuangan negara. Diskusi berlangsung dinamis, mulai dari peran APBN dalam pembangunan hingga prospek karier di sektor pengelolaan keuangan negara.

Pada kesempatan yang sama, FEB Unimus dan Kanwil DJPb Jawa Tengah juga melaksanakan penandatanganan MoU yang mencakup kerja sama di bidang pendidikan akademik, program magang, penelitian, dan pengembangan kompetensi. Kesepakatan ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan institusional serta membuka peluang pembelajaran terapan bagi mahasiswa.
Melalui penyelenggaraan kuliah umum ini, FEB Unimus menegaskan komitmennya untuk memperkaya proses pembelajaran dengan menghadirkan praktisi dan institusi pengelola fiskal negara. Agenda ini diharapkan mampu mempersiapkan mahasiswa agar semakin siap menghadapi tantangan profesional di bidang ekonomi, keuangan, dan kebijakan publik.
Kegiatan “Nongki Fiskal” bukan sekadar kuliah umum, tetapi langkah nyata dalam membangun generasi ekonomi yang kritis, adaptif, dan peka terhadap perkembangan kebijakan fiskal nasional maupun regional.
Reportase Humas Unimus (Trisb)
![]()