Semarang | 28 April 2026 — Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) melalui Lembaga Studi Islam Kemuhammadiyahan dan Mata Kuliah Umum (LSIK-MKU) menggelar workshop penyusunan modul dan buku ajar Mata Kuliah Umum (MKU) berbasis karakter, Selasa (28/4). Kegiatan ini diikuti para dosen pengampu MKU di lingkungan UNIMUS sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat penanaman nilai karakter di perguruan tinggi.

Workshop difokuskan pada pengembangan bahan ajar yang mengintegrasikan nilai keislaman, kebangsaan, serta cinta tanah air. Selain itu, materi juga menekankan implementasi prinsip “5 Anti”, yakni anti korupsi, anti kekerasan, anti intoleransi, anti perundungan, dan anti penyalahgunaan narkoba.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pendampingan dalam menyusun modul dan buku ajar yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa agar berakhlak mulia, berwawasan kebangsaan, serta memiliki kepedulian sosial.

Ketua LSIK-MKU UNIMUS Dr. Rochdi Warsono, M.Si., menyampaikan bahwa penguatan karakter melalui pembelajaran MKU menjadi elemen penting dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan nilai moral yang kuat. “Melalui workshop ini, diharapkan dosen mampu menghasilkan bahan ajar yang kontekstual, aplikatif, dan relevan dengan tantangan zaman, serta mampu menginternalisasikan nilai keislaman dan kebangsaan dalam setiap proses pembelajaran,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UNIMUS dalam mendorong pendidikan berbasis karakter sebagai fondasi untuk mencetak generasi unggul, berdaya saing, dan berkontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Melalui workshop tersebut, seluruh dosen MKU diharapkan dapat mengimplementasikan hasil penyusunan modul dan buku ajar secara optimal dalam perkuliahan, guna memperkuat karakter mahasiswa sesuai nilai-nilai yang diusung universitas.
![]()