Semarang | Forum Mahasiswa Mesin (FMM) Jawa Tengah Utara Wilayah V menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI dengan tuan rumah Program Studi S1 Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus). Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Solidaritas dan Generasi Kepemimpinan Forum Mahasiswa Mesin Jateng Utara Menuju Organisasi Progresif dan Visioner.” Kegiatan ini diikuti oleh delegasi mahasiswa Teknik Mesin dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya HMJ TM STTR Cepu, HIMAPRO TM UMK, HMM POLINES, HIMPRO TM, FT UNNES, HMPM UNDIP D4, HMM UNDIP S1, HMM UNWAHAS, HMTM UNIMUS, HMTM UPGRIS, HMTM UPS Tegal, HMP Mesin PHB Tegal, Politeknik Purbaya, PEM Akamigas, HMM UAJ Jepara, HMTM UMPP Pekalongan.

Ketua pelaksana, Muhammad Ayub Ardiansyah, dalam laporannya menyampaikan bahwa musyawarah ini menghasilkan sejumlah keputusan strategis yang disepakati bersama untuk mendorong kemajuan organisasi ke depan.

Sementara itu, Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Mesin Unimus, Adam Wahyuniardi, menegaskan bahwa Musda merupakan agenda tahunan yang menjadi ruang penting untuk menyatukan visi dan misi organisasi. Ia juga menyebut forum ini sebagai momentum evaluasi terhadap program kerja periode sebelumnya.

Koordinator Daerah FMM Jateng Utara 2025 – 2026 , Muhammad Maulana Aslam, mengungkapkan bahwa selama kepengurusan banyak dinamika dan pembelajaran yang diperoleh. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota atas kerja sama yang telah terjalin.
“Tanpa kerja sama yang baik, program organisasi tidak akan berjalan optimal. Saya berharap kepengurusan selanjutnya dapat melanjutkan perjuangan dengan lebih solid dan membawa FMM semakin berkembang,” ujarnya.

Ketua Program Studi Teknik Mesin Unimus , Muhammad Subri, S.T., M.T., dalam sambutannya berharap seluruh rangkaian Musda dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang selaras dengan tema yang diusung. Ia menekankan bahwa Musda bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan forum strategis dalam menentukan arah dan masa depan organisasi.
Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan, mahasiswa Teknik Mesin dituntut untuk terus memperluas wawasan. Ia menjelaskan bahwa bidang teknik mesin kini tidak hanya terbatas pada mesin konvensional, tetapi juga berkembang ke arah bioteknologi seperti biomaterial, biomekanika, hingga biofluida.
“Mahasiswa harus mampu beradaptasi dengan perkembangan ini, tidak hanya memahami teori, tetapi juga menguasai praktik dan inovasi. Organisasi menjadi wadah penting untuk mengasah kepemimpinan, tanggung jawab, serta meningkatkan prestasi,” jelasnya.

Ia juga mengibaratkan organisasi sebagai sebuah mesin yang harus memiliki komponen yang saling terintegrasi dan berfungsi dengan baik agar dapat berjalan optimal. Oleh karena itu, ia mendorong agar FMM menjadi motor penggerak lahirnya inovasi di bidang teknik mesin, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional.
Lebih lanjut, Subri menekankan pentingnya penyusunan program kerja yang berbasis pada kebutuhan nyata anggota dan masyarakat, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta memiliki target yang jelas. Program kerja jangka panjang yang berkesinambungan, menurutnya, harus menjadi landasan bagi program jangka pendek yang lebih implementatif.
Melalui Musda XI ini, diharapkan seluruh peserta dapat menyatukan perbedaan, memperkuat solidaritas, serta melahirkan gagasan-gagasan progresif demi kemajuan Forum Mahasiswa Mesin Jateng Utara di masa mendatang.
![]()