Semarang | 18 April 2026 — Ikatan Alumni Universitas Muhammadiyah Semarang (IKAMUS) resmi dikukuhkan untuk periode 2026–2030 dalam sebuah acara yang dirangkaikan dengan talkshow bertema “Peran Perguruan Tinggi dalam Program Makan Bergizi oleh Badan Gizi Nasional”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Lantai 8 Gedung Kuliah Bersama (GKB) 2 UNIMUS dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, alumni, serta mitra strategis nasional.

Pengukuhan dilakukan langsung oleh Rektor Unimus, Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., sebagai bentuk komitmen penguatan peran alumni dalam mendukung kemajuan institusi.
Dalam sambutannya, Ketua Umum IKAMUS periode 2026–2030, Dr. Edy Wuryanto, M.Kes., menegaskan bahwa alumni memiliki tanggung jawab besar dalam berkontribusi bagi kampus, khususnya dalam menjembatani kebutuhan dunia kerja dengan lulusan.
“Seluruh langkah IKAMUS ke depan harus mendukung kebesaran Unimus. Kami ingin menjadi penghubung nyata antara alumni, kampus, dan dunia kerja, agar lulusan memiliki akses dan peluang yang lebih luas.”

Ia juga menyoroti pentingnya peran alumni sebagai katalisator dalam membuka peluang kerja, memperluas jejaring, hingga mendorong kesiapan lulusan menghadapi tantangan global.
Sementara itu, Rektor Unimus, Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., menekankan bahwa keberadaan alumni merupakan salah satu pilar utama dalam meningkatkan kualitas dan reputasi perguruan tinggi.

“Alumni merupakan salah satu pilar penting kemajuan lembaga. Jaringan alumni Unimus yang kuat, baik di dalam maupun luar negeri, harus terus dikembangkan untuk mendukung kualitas dan reputasi universitas.”

Ia juga menyampaikan bahwa Unimus terus berkembang melalui pembukaan program studi baru serta penguatan kerja sama strategis, termasuk di bidang kesehatan dan riset inovatif, sebagai bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat.
Kegiatan ini juga menghadirkan Deputi Promosi dan Edukasi Gizi Badan Gizi Nasional, Dr. Gunalan, AP., M.Si., yang memberikan pemaparan terkait program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memiliki dampak luas terhadap pembangunan ekonomi.
“Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya tentang pemenuhan gizi, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi masyarakat, membuka lapangan kerja luas, dan melibatkan berbagai sektor seperti pertanian, perikanan, hingga UMKM pangan lokal.”

Ia juga mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dan alumni dalam menyukseskan program tersebut melalui pendekatan berbasis komunitas, sehingga edukasi kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, IKAMUS diharapkan mampu menjadi wadah strategis dalam memperkuat sinergi antara alumni dan kampus, sekaligus berkontribusi nyata dalam pembangunan nasional melalui kolaborasi lintas sektor.
![]()