Semarang | Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) resmi melantik dan menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada pejabat struktural Baru di lingkungan kampus, Kamis (30/4/2026). Prosesi pelantikan berlangsung di Aula Gedung Kuliah Bersama (GKB) II dan dihadiri oleh Badan Pembina Harian (BPH), para dekan, ketua program studi, serta jajaran pimpinan lembaga, biro, dan kepala tata usaha.

Dalam pelantikan tersebut, sejumlah pejabat strategis dikukuhkan, di antaranya Dr. Muhammad Munsarif, S.Kom., M.Kom sebagai Dekan Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Digital (FIKOMDIGI) sekaligus Kepala Biro Transformasi Digital dan Marketing, Safuan, S.Kom., M.Kom sebagai Wakil Dekan FIKOMDIGI, serta Dr. Ir. Rahayu Astuti, M.Kes sebagai Wakil Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Selain itu, Unimus juga melantik para ketua program studi baru, di antaranya Ketua Prodi Magister Informatika (Dr. Dhendra Marutho, S.Kom., M.Kom), Magister Manajemen (Dr. Firdaus, S.M., M.M.,CMA), S1 Kecerdasan Buatan (Faiq Madani, S.Kom., M.Kom), S1 Desain Komunikasi Visual Anggry Windasary, S.Ikom., M.Ikom., S1 Hukum Bisnis Dr. Aris Septiono, S.H., M.H., LL.M, S1 Rekayasa Keamanan Siber (Ir. Luqman Assaffat, S.T., M.T., M.Kom), Pendidikan Spesialis Obstetri dan Ginekologi dr. Muhammad Irsam, SpOG, Sub.Sp.Fer, S1 Fisioterapi Wisnu Prasetyo Adhi, S.Tr.Ftk.(Ftr)., Prodi Gizi D-3, S-1, dan Spesialis Dietisien (Yuliana Noor Setiawati Ulvie, S.Gz, M.Sc), serta S1 Ilmu Keolahragaan (Agung Widodo, S.Pd., M.Or). dalam pelantikan ini  Rektor juga serahkan Surat Keputusan kepada sejumlah Pejabat Struktural

Rektor Unimus, Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari langkah strategis kampus dalam menyesuaikan tata kelola organisasi dengan Statuta baru Unimus tahun 2026. Statuta tersebut telah dirancang ulang sesuai pedoman Organisasi dan Tata Kelola Amal Usaha Muhammadiyah yang diterbitkan Pimpinan Pusat Muhammadiyah tahun 2025 dan disahkan oleh Majelis Pendidikan Tinggi. “Statuta menjadi acuan utama dalam tata kelola kerja di Unimus. Penjabaran operasionalnya telah disepakati melalui rapat koordinasi pimpinan bersama BPH, sehingga menjadi dasar dalam pengelolaan institusi ke depan,” ujar Masrukhi.

Ia menambahkan, pelantikan ini juga menandai pemekaran fakultas dengan lahirnya Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Digital (FIKOMDIGI). Fakultas baru tersebut menaungi sejumlah program studi berbasis teknologi yang terus berkembang sesuai kebutuhan zaman. “Mulai hari ini, Unimus resmi memiliki fakultas baru, yakni FIKOMDIGI yang merupakan hasil pengembangan dari Fakultas Teknik. Selain itu, Unimus juga membuka  sepuluh program studi baru yang semakin memperkuat tata kelola Unimus menjadi lebih baik,” katanya.

Rektor juga menekankan pentingnya peran ketua program studi dalam mengembangkan dan mempromosikan prodi masing-masing, baik melalui media digital maupun konvensional. Ia menargetkan setiap program studi baru mampu memenuhi minimal 25 mahasiswa sebagai batas efisiensi awal.

Lebih lanjut, Prof. Masrukhi mengingatkan seluruh pejabat yang dilantik untuk menciptakan suasana akademik yang kondusif, kekeluargaan, nyaman, memajukan menggembirakan dan muliakan, baik kepada Dosen, Mahasiswa dan sivitas akademika. “Sebagai bagian dari Muhammadiyah, kita tidak hanya bekerja, tetapi juga beribadah. Nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan harus menjadi landasan dalam setiap aktivitas, termasuk membangun budaya kampus yang religius dan berkemajuan,” tegasnya.

Sementara itu, BPH Unimus, Widadi, dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan sistem dan budaya organisasi. Ia menyebut Muhammadiyah sebagai organisasi yang terkelola dengan baik (well-organized) hingga ke tingkat ranting. “Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah saat ini mendorong penataan organisasi berbasis sistem dan standar. Namun, sistem yang baik harus diiringi dengan budaya kerja yang kuat berbasis nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan,” ujarnya.

Dengan pelantikan ini, Unimus diharapkan semakin memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kualitas akademik, serta memperluas kontribusi dalam dunia pendidikan tinggi. Sinergi kerja, inovasi, dan penguatan nilai-nilai keislaman diyakini menjadi fondasi utama dalam mendorong kemajuan universitas ke depan.

Loading