Semarang | Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) kembali mencetak lulusan baru melalui Wisuda ke-49 yang digelar di Gedung Serba Guna Unimus, Selasa (30/6/2026). Sebanyak 669 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan dalam rapat terbuka senat yang diselenggarakan dalam dua sesi, pagi dan siang.
Dalam laporannya, Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof. Dr. Budi Santosa, M.Si.Med., menyampaikan bahwa dari total lulusan tersebut terdiri atas 13 lulusan Program Magister, 261 lulusan Program Profesi yang meliputi Profesi Dokter, Dokter Gigi, Bidan, dan Ners, 366 lulusan Program Sarjana, serta 29 lulusan Program Diploma. Dengan penambahan tersebut, hingga saat ini Unimus telah meluluskan 31.149 alumni yang tersebar di berbagai bidang profesi di seluruh penjuruh Indonesia.

Pada wisuda kali ini, universitas juga memberikan penghargaan kepada 12 wisudawan terbaik yang berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi di masing-masing program studi berdasarkan Keputusan Rektor Nomor 514/UNIMUS/SK.EP/2026.
Mereka adalah Tanti Lestari dari Program Magister Ilmu Laboratorium Klinis (IPK 3,98), Siti Aisyah Selvira dari S1 Kedokteran (IPK 3,66), Tsuraya Bilqis dari S1 Kedokteran Gigi (IPK 3,84), Nurmaidhatul Walidayni dari S1 Ilmu Keperawatan (IPK 3,85), Taufik Rohman dari S1 Teknik Mesin (IPK 3,66), Setiawan Amrullah dari S1 Statistika (IPK 3,96), Nadya Eka Putri dari S1 Teknologi Pangan (IPK 3,92), Dinda Annisa Hakim dari S1 Ilmu Gizi (IPK 3,84), Harnengsih dari S1 Pendidikan Matematika (IPK 3,82), Deny Endra Kurniawan dari S1 Pendidikan Bahasa Inggris (IPK 3,88), Lintang Azza Fauzhia dari S1 Manajemen (IPK 3,86), serta Putri Ayu Anggaraeni dari S1 Akuntansi (IPK 3,91).

Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti prosesi wisuda. Kebahagiaan tidak hanya dirasakan para lulusan, tetapi juga keluarga yang hadir menyaksikan buah dari perjuangan panjang putra-putri mereka menyelesaikan pendidikan tinggi.
Mewakili para wisudawan, lulusan terbaik menyampaikan rasa syukur atas perjalanan yang akhirnya bermuara pada hari kelulusan. Menurutnya, toga yang dikenakan para lulusan hari itu menyimpan banyak kisah perjuangan yang tidak terlihat.
“Di balik toga yang kami kenakan hari ini tersimpan banyak cerita yang tidak diketahui banyak orang. Ada rasa lelah yang harus disembunyikan, kegagalan yang harus dihadapi, air mata karena takut tidak mampu menyelesaikan cita-cita, hingga perjuangan teman-teman yang harus jauh dari keluarga, bekerja sambil kuliah, dan menghadapi berbagai kesulitan hidup,” ungkapnya.

Ia mengatakan seluruh wisudawan memilih untuk terus bertahan dan melangkah, meski menghadapi berbagai rintangan. Keyakinan bahwa usaha yang diiringi doa akan membawa mereka lebih dekat kepada cita-cita menjadi semangat untuk menyelesaikan pendidikan.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan semua pihak yang telah mendampingi perjalanan akademik para mahasiswa. Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada orang tua atas doa, kasih sayang, dan pengorbanan yang tidak pernah putus.
“Kami juga berterima kasih kepada almamater tercinta yang telah menjadi rumah untuk belajar, bertumbuh, dan memperoleh pengalaman berharga. Nilai-nilai yang kami dapatkan di kampus akan menjadi bekal untuk melangkah di kehidupan berikutnya. Hari ini bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari babak baru untuk berkarya dan mengabdi kepada masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Rektor Unimus, Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan beserta orang tua yang telah mengantarkan putra-putrinya menyelesaikan pendidikan di Unimus.
“Hari ini adalah hari yang membahagiakan. Bapak dan Ibu menyaksikan anak-anaknya berhasil menyelesaikan studi. Berbagai suka dan duka selama menempuh pendidikan kini terbayarkan dengan keberhasilan mereka menjadi dokter, dokter gigi, tenaga kesehatan, sarjana teknik, sarjana pendidikan, serta berbagai profesi lainnya,” ujar Prof. Masrukhi.
Menurutnya, wisuda bukanlah garis akhir, melainkan awal perjalanan sebagai insan terdidik yang memiliki tanggung jawab mengamalkan ilmu pengetahuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Masrukhi juga menyampaikan sejumlah capaian Unimus sepanjang tahun 2026. Salah satunya adalah keberhasilan kampus melahirkan guru besar termuda di Jawa Tengah, yakni Prof. Dr. Dodi Mulyadi, yang meraih jabatan profesor pada usia 38 tahun.
Selain itu, Unimus terus memperluas akses pendidikan dengan membuka sepuluh program studi baru yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi. Program studi tersebut meliputi S1 Hukum Bisnis, Profesi Dietisien, S1 Teknologi Informasi, S1 Desain Komunikasi Visual, S1 Artificial Intelligence, S1 Cyber Security, S1 Fisioterapi, S2 Manajemen, Program Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (PPDS Obgin), serta Program Spesialis Keperawatan Medikal Bedah. Dengan penambahan tersebut, kini Unimus memiliki 48 program studi.

Di bidang layanan kesehatan, Prof. Masrukhi juga mengungkapkan bahwa Rumah Sakit Unimus dijadwalkan menggelar deklarasi pengembangan terapi kanker menggunakan metode cryosurgery tanpa kemoterapi pada 18–19 Oktober 2026. Kegiatan tersebut akan menghadirkan para ahli kanker dari berbagai negara sebagai bagian dari pengembangan layanan kesehatan berbasis inovasi.
Rektor menegaskan bahwa Unimus tidak hanya membekali mahasiswa dengan kompetensi akademik, tetapi juga membangun karakter dan nilai-nilai keislaman. Mahasiswa nonmuslim pun mendapatkan pembinaan sesuai dengan keyakinan masing-masing.
“Kami ingin lulusan Unimus menjadi pribadi yang unggul dalam ilmu pengetahuan sekaligus memiliki akhlak mulia. Keberhasilan karier dan keberkahan hidup berawal dari penghormatan kepada orang tua, integritas, dan pengamalan nilai-nilai agama dalam setiap profesi yang dijalankan,” tuturnya.

Senada dengan itu, Badan Pembina Harian (BPH) Unimus mengingatkan bahwa seorang sarjana tidak boleh berhenti belajar setelah diwisuda. Para lulusan didorong untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, memperbanyak literasi, serta memegang teguh komitmen moral, agama, dan nilai-nilai Pancasila.
Menurut BPH, kemampuan akademik harus berjalan beriringan dengan karakter yang kuat. Kejujuran, disiplin, tanggung jawab, serta konsistensi dalam menjaga etika menjadi modal penting bagi para alumni untuk menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
Dengan bekal ilmu pengetahuan, kompetensi profesional, serta akhlak yang baik, para lulusan Unimus diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa sekaligus menjaga nama baik almamater di mana pun mereka berkarya.
![]()