Semarang | Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat melalui penguatan kapasitas tenaga kesehatan. Bersama Dinas Kesehatan Kota Semarang, Lembaga Pendidikan Pelatihan Profesi Laboratorium Medik Utama dan Patelki, Program Studi Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Unimus menyelenggarakan On Job Training Pemeriksaan Kecacingan Metode Kato-Katz yang diikuti oleh 41 Analis Teknologi Laboratorium Medis (ATLM) dari berbagai puskesmas di Kota Semarang.

Kegiatan yang menghadirkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Semarang, Dani Miarso, SKM., sebagai pembuka acara ini menghadirkan Dosen TLM Unimus, Tulus Ariyadi, SKM., M.Si., sebagai narasumber utama. Pelatihan difokuskan pada peningkatan keterampilan peserta dalam melakukan pemeriksaan kecacingan menggunakan metode Kato-Katz, salah satu metode standar yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mendeteksi sekaligus mengukur tingkat infeksi cacing usus (soil-transmitted helminths).

Ketua panitia, Tulus Ariyadi, SKM., M.Si., menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang agar tenaga laboratorium di puskesmas memiliki kemampuan yang lebih baik dalam melakukan pemeriksaan secara tepat dan terstandar. Menurutnya, penguasaan metode Kato-Katz menjadi bekal penting bagi ATLM karena tidak hanya mampu mengidentifikasi keberadaan telur cacing, tetapi juga menentukan tingkat intensitas infeksi yang menjadi dasar dalam penanganan dan pengendalian penyakit.

“Harapannya, kompetensi yang diperoleh peserta dapat langsung diterapkan di tempat kerja sehingga kualitas pemeriksaan laboratorium semakin meningkat dan memberikan manfaat nyata bagi pelayanan kesehatan masyarakat di Kota Semarang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kota Semarang, Dani Miarso, SKM., mengapresiasi inisiatif Unimus dalam menyelenggarakan pelatihan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia kesehatan, khususnya tenaga laboratorium yang memiliki peran penting dalam sistem pelayanan kesehatan.

Ia menuturkan bahwa persoalan kecacingan hingga kini masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Infeksi cacing tidak hanya berdampak pada gangguan kesehatan secara langsung, tetapi juga berkaitan dengan berbagai persoalan lain seperti gangguan tumbuh kembang anak, kekurangan gizi, hingga stunting.

Karena itu, keberadaan Analis Teknologi Laboratorium Medis menjadi bagian yang sangat menentukan dalam upaya pengendalian penyakit. Hasil pemeriksaan laboratorium yang akurat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam menentukan langkah penanganan, sehingga peningkatan kompetensi ATLM merupakan investasi penting dalam mendukung tercapainya target pengendalian bahkan eliminasi penyakit kecacingan.

Menurut Dani, metode Kato-Katz memiliki nilai lebih karena mampu memberikan informasi mengenai tingkat intensitas infeksi, bukan sekadar memastikan ada atau tidaknya cacing. Informasi tersebut sangat dibutuhkan untuk menentukan tindak lanjut penanganan yang lebih tepat sasaran sekaligus menjadi bahan evaluasi program pengendalian penyakit di lapangan.

Ia juga mendorong seluruh peserta memanfaatkan kesempatan pelatihan ini secara optimal. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada peserta, tetapi dapat diterapkan sesuai tugas dan fungsi masing-masing serta dibagikan kepada rekan sejawat di fasilitas pelayanan kesehatan, sehingga manfaatnya semakin luas.

Melalui pelatihan ini, Unimus tidak hanya berkontribusi dalam peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, tetapi juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menghadirkan solusi atas persoalan kesehatan masyarakat. Penguatan kapasitas tenaga laboratorium diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan diagnostik di puskesmas, mendukung deteksi dini penyakit kecacingan, serta memperkuat upaya pencegahan yang berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Reportase humas Unimus (Tri)

Loading