Semarang | Kreativitas mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Jawa Tengah bertemu di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) dalam tangkai Lomba Desain Poster Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Provinsi Jawa Tengah 2026. Digelar di Aula Lantai 8 Gedung Kuliah Bersama (GKB) II pada Senin (6/7/2026), kompetisi ini menjadi ruang bagi para peserta untuk mengasah kreativitas, bertukar gagasan, sekaligus menunjukkan karya terbaik mereka di bidang desain poster.

Pembukaan lomba dihadiri Ketua Bidang Kemahasiswaan Perguruan Tinggi Provinsi Jawa Tengah, Ketua Forum Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Provinsi Jawa Tengah, jajaran pengurus harian dan sekretaris BPSMI Jawa Tengah, Rektor Unimus Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., Wakil Rektor III Dr. Eny Winaryati, M.Pd., Ketua Biro Kemahasiswaan dan Alumni Fitria Fatichatul Hidayah, M.Pd., serta para dosen pendamping dan peserta lomba.

Rektor Unimus Prof. Dr. Masrukhi menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Unimus sebagai penyelenggara salah satu cabang lomba Peksimida Jawa Tengah. Menurutnya, ajang tersebut merupakan bagian dari proses pembinaan mahasiswa berbakat di bidang seni yang akan berlanjut ke tingkat nasional melalui Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas).

“Selamat datang di Kampus Unimus. Kami merasa senang dapat menjadi tuan rumah tangkai lomba desain poster Peksimida Jawa Tengah. Semoga kompetisi ini menjadi penyemangat bagi mahasiswa untuk terus berprestasi, khususnya di bidang seni, sekaligus menjadi langkah awal menuju Peksiminas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Provinsi Jawa Tengah yang membuka secara resmi kegiatan tersebut, berharap seluruh rangkaian lomba dapat berlangsung lancar dengan menjunjung tinggi sportivitas. Ia menilai potensi mahasiswa Jawa Tengah di bidang seni sangat besar sehingga perlu terus diberi ruang untuk berkembang.

Menurutnya, persaingan dalam Peksimida akan berlangsung ketat karena setiap perguruan tinggi mengirimkan peserta terbaiknya. Oleh karena itu, seluruh peserta diharapkan mampu mengerahkan kemampuan secara maksimal agar dapat melahirkan karya terbaik dan berpeluang mewakili Jawa Tengah di ajang Peksiminas.

Ia juga menegaskan bahwa dewan juri yang bertugas telah dipilih melalui proses seleksi oleh staf ahli dan disepakati bersama Forum Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan se-Jawa Tengah, sehingga penilaian diharapkan berlangsung profesional, objektif, dan mampu menghasilkan talenta terbaik.

Lebih lanjut, ia menyebut lomba desain poster merupakan salah satu cabang yang memiliki tantangan tersendiri. Seorang desainer dituntut mampu menghadirkan gagasan yang cemerlang serta menyampaikan pesan secara singkat, jelas, dan komunikatif melalui karya visual.

Kepada seluruh peserta, ia berpesan agar menjadikan Peksimida bukan semata-mata sebagai arena kompetisi, melainkan ruang untuk belajar, bertumbuh, dan membangun jejaring dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Sportivitas, kejujuran, dan semangat saling menghargai menjadi nilai penting yang harus dijunjung selama perlombaan berlangsung.

“Peksimida bukan hanya tentang persaingan, tetapi juga kolaborasi. Seni harus memberi dampak. Setelah kegiatan ini selesai, saya berharap para peserta terus mengembangkan kemampuan desain posternya. Di era teknologi yang berkembang sangat cepat seperti sekarang, setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya, apa pun latar belakangnya. Yang membedakan adalah kemauan untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan masing-masing,” ungkapnya.

Melalui penyelenggaraan tangkai Lomba Desain Poster Peksimida Jawa Tengah 2026, diharapkan lahir karya-karya kreatif yang tidak hanya unggul secara estetika, tetapi juga mampu menyampaikan pesan yang kuat kepada masyarakat. Ajang ini sekaligus menjadi sarana pembinaan talenta seni mahasiswa menuju kompetisi tingkat nasional serta memperkuat ekosistem seni dan kreativitas di lingkungan perguruan tinggi.

Loading