Semarang | Kamis (23 Juli 2026) – Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora (FIPH) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menyelenggarakan Workshop Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Penyusunan Artikel Ilmiah Berbasis Classroom Action Research (CAR) di Aula Gedung Kuliah Bersama (GKB) 3 Unimus, Kamis (23/7). Workshop ini menghadirkan narasumber Dr. Irena Yolanita Maureen, S.Pd., M.Sc., dan diikuti oleh dosen, guru pamong, serta mahasiswa PPG Unimus sebagai upaya memperkuat budaya riset dan publikasi ilmiah di lingkungan pendidikan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PPG Unimus dalam mempersiapkan calon guru yang tidak hanya kompeten dalam mengajar, tetapi juga mampu mendokumentasikan praktik pembelajaran melalui penelitian ilmiah yang berkualitas. Di era transformasi digital, kemampuan memanfaatkan Artificial Intelligence secara tepat dinilai menjadi salah satu kompetensi penting bagi pendidik dalam menghasilkan karya ilmiah yang relevan dan berdampak.
Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora (FIPH) Unimus, Prof. Dr. Doddy Mulyadi, M.Pd., berharap workshop ini menjadi langkah awal tumbuhnya budaya riset yang semakin kuat di kalangan dosen, guru, maupun mahasiswa.
“Workshop ini kami harapkan menjadi awal lahirnya budaya riset yang semakin kuat di lingkungan PPG Unimus. Dengan memanfaatkan Artificial Intelligence secara tepat dan bertanggung jawab, dosen, guru, maupun mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi nasional maupun internasional yang tidak hanya meningkatkan kualitas akademik, tetapi juga menghadirkan solusi atas berbagai permasalahan pembelajaran di sekolah,” ujarnya.

Dalam materinya, Dr. Irena Yolanita Maureen, S.Pd., M.Sc. menegaskan bahwa Artificial Intelligence sebaiknya diposisikan sebagai asisten akademik, bukan pengganti kemampuan berpikir seorang peneliti. AI dapat membantu proses penyusunan artikel ilmiah, mulai dari eksplorasi ide, pencarian referensi, penyusunan kerangka tulisan, penyuntingan bahasa, hingga persiapan naskah sebelum dipublikasikan. Namun, analisis, refleksi, serta kesimpulan penelitian tetap menjadi tanggung jawab peneliti.
Narasumber juga mengajak peserta memahami bahwa Classroom Action Research (CAR) merupakan proses refleksi pembelajaran yang berkelanjutan. Sebuah penelitian tindakan kelas dinilai layak dipublikasikan apabila didukung oleh refleksi yang mendalam, dokumentasi yang baik, bukti yang kuat, serta data yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, publikasi ilmiah tidak hanya menjadi luaran akademik, tetapi juga menjadi media berbagi praktik baik pembelajaran kepada guru-guru lain.

Pesan utama yang disampaikan dalam workshop ini adalah bahwa pembelajaran yang baik mampu mengubah satu ruang kelas, sedangkan penelitian yang baik mampu menyebarluaskan praktik pembelajaran tersebut kepada lebih banyak pendidik. Oleh karena itu, budaya meneliti dan menulis menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.
Pemanfaatan AI dalam penelitian tindakan kelas diharapkan dapat meningkatkan produktivitas guru dalam menghasilkan karya ilmiah tanpa mengurangi integritas akademik. Dengan memanfaatkan teknologi secara etis dan bertanggung jawab, guru dapat lebih fokus menyelesaikan berbagai persoalan pembelajaran di kelas, sementara AI berperan sebagai alat bantu yang mempercepat proses penyusunan karya ilmiah.

Workshop ini sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, yang mendorong perguruan tinggi menghasilkan inovasi dan penelitian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui penguatan kemampuan riset dan publikasi ilmiah berbasis Classroom Action Research, PPG Unimus berkomitmen mencetak guru profesional yang tidak hanya unggul dalam mengajar, tetapi juga mampu menghadirkan solusi berbasis riset untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia.
Reportase Humas Unimus (irham)
![]()