Semarang | Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang menghadirkan solusi bagi masyarakat melalui kolaborasi strategis dengan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Tengah. Sebagai tindak lanjut atas kunjungan Kepala Kanwil BPN Jawa Tengah ke UNIMUS beberapa waktu lalu, jajaran pimpinan UNIMUS bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah melaksanakan kunjungan balasan ke Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah untuk mematangkan implementasi program kerja sama di bidang administrasi pertanahan dan pengelolaan aset wakaf Muhammadiyah.

Pertemuan tersebut dihadiri Rektor UNIMUS Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., Wakil Rektor I Prof. Dr. Budi Santosa, M.Si., Med., Wakil Rektor II Dr. Hardiwinoto, M.Si., Wakil Rektor IV Muhammad Yusuf, S.STPi., M.Si., Ph.D., Badan Pembina Harian (BPH) UNIMUS H. Widadi, S.H., bersama Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah Sri Pranoto, S.SiT., M.M., beserta jajaran dan perwakilan Badan Wakaf Muhammadiyah.
Pertemuan menghasilkan kesepahaman untuk membangun model kolaborasi melalui Program KKN Tematik Tertib Administrasi Pertanahan yang difokuskan pada percepatan legalisasi aset wakaf Muhammadiyah. Program tersebut mencakup pendataan dan inventarisasi aset, pendampingan administrasi pertanahan, percepatan sertifikasi tanah, penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS), serta penyusunan roadmap implementasi sebagai langkah awal pelaksanaan program secara berkelanjutan. Program ini dirancang sebagai kolaborasi antara BPN, Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA), dan Majelis Pembinaan Wakaf Muhammadiyah dalam mendukung tertib administrasi pertanahan.

Sebagai inisiator program, UNIMUS akan mengundang 24 Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) di Jawa Tengah dalam forum koordinasi yang menjadi tahap awal implementasi kerja sama. Forum tersebut akan menjadi wadah untuk menyamakan persepsi, membahas konsep pelaksanaan KKN Tematik, menyusun model kolaborasi, sekaligus melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kanwil BPN Provinsi Jawa Tengah dengan para pimpinan PTMA. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi pelaksanaan program secara serentak di lingkungan PTMA Jawa Tengah.

Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah Sri Pranoto, S.SiT., M.M. menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dibangun UNIMUS dalam mengintegrasikan kegiatan akademik dengan penyelesaian persoalan pertanahan di masyarakat.
“Kami menyambut baik inisiatif UNIMUS yang mengembangkan KKN Tematik sebagai media edukasi sekaligus pendampingan masyarakat. Mahasiswa nantinya akan dibekali pengetahuan mengenai administrasi pertanahan, verifikasi batas bidang tanah, pemenuhan persyaratan administrasi, hingga proses sertifikasi. BPN siap memberikan pembekalan, pendampingan teknis, serta dukungan penuh agar program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan Persyarikatan Muhammadiyah,” ujar Sri Pranoto.
Menurutnya, setiap aset memiliki karakteristik dan permasalahan yang berbeda sehingga diperlukan pemetaan data yang komprehensif sebelum mahasiswa diterjunkan ke lapangan. Dengan pendekatan tersebut, proses sertifikasi dapat dilaksanakan lebih terarah, efektif, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Rektor UNIMUS Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd. menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan implementasi nyata tridarma perguruan tinggi yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
“UNIMUS berkomitmen menghadirkan tridarma yang tidak berhenti pada ruang kelas. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa akan terlibat langsung dalam mendampingi proses legalisasi aset wakaf Muhammadiyah sehingga ilmu yang diperoleh selama perkuliahan benar-benar menjadi solusi atas kebutuhan masyarakat. Kami berharap program ini menjadi model kolaborasi nasional antara perguruan tinggi, pemerintah, dan Persyarikatan Muhammadiyah,” ujar Prof. Masrukhi.
Sementara itu, Wakil Rektor I UNIMUS Prof. Dr. Budi Santosa, M.Si., Med. menjelaskan bahwa KKN Tematik akan dirancang sebagai pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang selaras dengan kebijakan Diktisaintek Berdampak.
“Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga belajar menyelesaikan persoalan riil di masyarakat. Sebelum diterjunkan ke lapangan, mereka akan memperoleh pembekalan dari BPN mengenai administrasi pertanahan, inventarisasi aset, hingga mekanisme pendampingan sertifikasi sehingga pelaksanaan KKN memiliki luaran yang terukur dan memberikan manfaat nyata,” jelasnya.
Di sisi lain, Wakil Rektor IV UNIMUS Muhammad Yusuf, S.STPi., M.Si., Ph.D. menilai kerja sama ini menjadi pintu masuk bagi pengembangan kemitraan yang lebih luas antara UNIMUS dan BPN.
“Kolaborasi ini bukan sekadar penandatanganan kerja sama, tetapi merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem kolaborasi yang berkelanjutan. Ke depan, sinergi antara UNIMUS, BPN, PWM, dan seluruh PTMA di Jawa Tengah diharapkan terus berkembang melalui program pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, hingga optimalisasi pengelolaan aset Muhammadiyah secara produktif,” ungkapnya.

Selain menyepakati mekanisme pelaksanaan KKN Tematik, kedua belah pihak juga merencanakan penyelenggaraan Sharing Session dan Launching Program KKN Tematik Tertib Administrasi Pertanahan yang akan menghadirkan para rektor PTMA, Majelis Pembinaan Wakaf Muhammadiyah, serta jajaran BPN sebagai momentum dimulainya implementasi program secara bersama-sama. Tahapan berikutnya meliputi sosialisasi kepada mahasiswa peserta KKN di masing-masing PTMA dan pendampingan pelaksanaan program di lapangan hingga terbentuk basis data aset yang tertib administrasi serta mendukung percepatan sertifikasi tanah Persyarikatan Muhammadiyah.

Melalui kolaborasi ini, UNIMUS berharap tercipta model sinergi yang mampu mempercepat legalisasi aset wakaf, meningkatkan kepastian hukum atas aset Persyarikatan Muhammadiyah, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan nasional. Program ini juga menjadi implementasi nyata semangat Diktisaintek Berdampak, di mana inovasi akademik diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat, Persyarikatan Muhammadiyah, dan tata kelola pertanahan di Indonesia.
Reportase Humas Unimus (Novita)
![]()