Semarang – Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora (FIPH) Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) menggelar Coaching Clinic Penulisan Manuskrip Artikel Ilmiah Menuju Jurnal Terindeks SINTA dan Scopus pada Jumat, 14 Agustus 2026. Kegiatan hari pertama ini dilaksanakan di Ruang 811 Gedung Kuliah Bersama (GKB) 2 UNIMUS dan difokuskan pada pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung penulisan artikel ilmiah yang lebih efektif, sistematis, dan produktif.
Coaching clinic menghadirkan narasumber Ahmad Fauzi, M.Pd., dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yang dikenal aktif mendampingi dosen dan mahasiswa dalam peningkatan produktivitas karya ilmiah, penulisan buku ajar, serta pengembangan publikasi akademik berbasis teknologi digital.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Rektor III UNIMUS, Dr. Eny Winaryati, M.Pd., Dekan FIPH UNIMUS, Prof. Dr. Dodi Mulyadi, M.Pd., Wakil Dekan FIPH, Ketua Program Studi PPG beserta jajaran, dosen, mahasiswa PPG, guru pamong, serta peserta dari Universitas Slamet Riyadi Surakarta (UNISRI) dan Universitas Islam Sultan Agung (UNISULA) Semarang. Kehadiran peserta lintas perguruan tinggi menunjukkan semangat kolaborasi akademik dalam memperkuat budaya publikasi ilmiah di lingkungan pendidikan tinggi.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Dodi Mulyadi menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membantu dosen dan mahasiswa meningkatkan keterampilan menulis artikel ilmiah secara lebih efektif dan efisien sehingga mampu mendukung produktivitas publikasi akademik secara berkelanjutan. Menurutnya, kemampuan menulis manuskrip ilmiah merupakan bagian penting dari pengembangan profesional dosen maupun calon guru profesional.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran agar kita dapat menulis artikel secara lebih efektif dan efisien. Harapannya, ini menjadi strategi untuk membangun kebiasaan menulis yang produktif dan terus dapat diterapkan dalam berkarya sebagai dosen,” ujar Prof. Dodi.
Ia juga menekankan bahwa hasil penelitian yang telah dilakukan perlu diolah menjadi manuskrip berkualitas agar dapat dipublikasikan pada jurnal bereputasi nasional maupun internasional, terutama sebagai penulis utama dan corresponding author.
Sementara itu, Wakil Rektor III UNIMUS, Dr. Eny Winaryati, M.Pd., mengajak seluruh peserta menjadikan setiap kegiatan akademik sebagai sumber inspirasi dan pembelajaran yang bermakna bagi pengembangan diri maupun institusi. Ia menilai produktivitas menulis harus menjadi budaya akademik yang terus dibangun bersama.
“Pergerakan masa depan tidak lepas dari apa yang kita lakukan hari ini. Setiap kegiatan harus memberi insight dan hikmah yang dapat menginspirasi kita untuk terus bergerak maju dan melangkah lebih cepat,” ungkap Dr. Eny.
Ia juga menegaskan bahwa semangat menulis tidak boleh dibatasi oleh usia ataupun jabatan, melainkan harus menjadi bagian dari kehidupan akademik seorang dosen dan pendidik.

“Yang muda harus bergerak cepat, tetapi yang senior pun harus tetap produktif. Hari ini kita datang dengan satu target, yaitu menghasilkan artikel ilmiah yang siap dikembangkan menuju publikasi yang bereputasi,” tegasnya.
Pada sesi utama, Ahmad Fauzi, M.Pd. memaparkan berbagai strategi pemanfaatan AI untuk mendukung proses penulisan artikel ilmiah, mulai dari pengelolaan ide penelitian, penyusunan kerangka tulisan, pencarian dan pengorganisasian literatur, hingga penyempurnaan struktur manuskrip. Ia menjelaskan bahwa AI dapat menjadi alat bantu yang sangat berguna untuk meningkatkan efisiensi kerja akademik apabila digunakan secara tepat dan bertanggung jawab.
Menurutnya, pemanfaatan AI dalam penulisan ilmiah tidak boleh menggantikan proses berpikir kritis penulis. Konsep penelitian, analisis data, argumentasi ilmiah, dan tanggung jawab akademik tetap harus berasal dari penulis, sedangkan AI berfungsi sebagai pendukung untuk mempercepat dan mempermudah proses penyusunan manuskrip.

Melalui pendekatan coaching clinic, peserta tidak hanya memperoleh materi teoritis, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mendiskusikan secara langsung draft artikel yang sedang disusun. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu peserta memahami standar penulisan ilmiah yang sesuai dengan ketentuan jurnal terindeks SINTA maupun Scopus serta meningkatkan peluang artikel diterima untuk dipublikasikan.
Partisipasi dosen, mahasiswa, dan peserta dari berbagai perguruan tinggi memberikan ruang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan budaya riset dan publikasi ilmiah antarinstitusi. Forum semacam ini diharapkan dapat menjadi sarana berbagi pengalaman, memperluas jejaring akademik, serta membuka peluang kolaborasi penelitian dan penulisan artikel bersama di masa mendatang.
Melalui penyelenggaraan coaching clinic hari pertama ini, PPG FIPH UNIMUS menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kualitas publikasi ilmiah, memperkuat budaya meneliti dan menulis, serta membekali dosen dan calon guru profesional dengan kemampuan memanfaatkan teknologi AI secara etis, kritis, dan produktif dalam pengembangan karya ilmiah yang berdampak bagi dunia pendidikan Indonesia.
![]()