MAKASSAR, 26 Agustus 2026 — Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Prof. dr. Budu, Ph.D., Sp.M(K), M.Med.Ed., memberikan apresiasi atas peran Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) sebagai universitas pembina dalam proses pendirian Fakultas Kedokteran Universitas Megarezky (UNIMERZ) Makassar.
Apresiasi tersebut disampaikan Prof. Budu dalam rangkaian acara Wisuda Angkatan XXII Universitas Megarezky yang sekaligus menjadi momentum peresmian Fakultas Kedokteran UNIMERZ, Rabu (26/8/2026), di Makassar.

Menurut Prof. Budu, UNIMUS merupakan salah satu perguruan tinggi swasta besar di Jawa Tengah yang memiliki reputasi dan pengalaman kuat dalam pengembangan pendidikan kesehatan, termasuk pendidikan kedokteran.
“UNIMUS bukan hanya besar di Jawa Tengah, tetapi termasuk universitas besar di Indonesia. Kita berbahagia karena UNIMERZ dibina dan didampingi oleh universitas yang cukup besar dan ternama di Indonesia,” ujar Prof. Budu.
Ia secara khusus mengapresiasi keseriusan Rektor UNIMUS, Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., yang hadir bersama jajaran Wakil Rektor, Dekan, dan Wakil Dekan Fakultas Kedokteran UNIMUS dalam momentum peresmian tersebut.
Menurutnya, kehadiran langsung jajaran pimpinan UNIMUS menunjukkan besarnya komitmen dalam mendampingi UNIMERZ membangun Fakultas Kedokteran.
“Jangan cepat-cepat ingin take over sendiri. Kehadiran Pak Rektor bersama seluruh Wakil Rektor, Dekan bersama Wakil Dekan menunjukkan komitmen beliau yang luar biasa besarnya,” tegas Prof. Budu.

Ia berharap proses pembinaan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh UNIMERZ, terutama dalam membangun fondasi pendidikan kedokteran yang kuat dan berkelanjutan. Menurutnya, pengalaman UNIMUS dapat menjadi referensi penting bagi UNIMERZ dalam mengembangkan ekosistem pendidikan kedokteran.
Prof. Budu juga mendorong UNIMERZ untuk terus mengembangkan fasilitas pendukung pendidikan kedokteran, termasuk rumah sakit pendidikan. Ia mencontohkan UNIMUS yang telah memiliki rumah sakit pendidikan sebagai bagian dari ekosistem pendidikan kedokterannya.
“Saya ingin UNIMERZ nanti punya rumah sakit pendidikan utama seperti yang dimiliki UNIMUS. UNIMUS juga memiliki rumah sakit gigi dan mulut, sesuatu yang belum dimiliki oleh semua fakultas kedokteran gigi di Indonesia,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Prof. Budu menilai pendampingan dari UNIMUS merupakan sebuah kesempatan berharga bagi UNIMERZ untuk belajar dan membangun kapasitas secara bertahap sebelum sepenuhnya mandiri.
Sebagai bagian dari masyarakat Makassar yang memiliki kedekatan dengan UNIMERZ, Prof. Budu menyampaikan rasa optimistisnya terhadap perkembangan pendidikan kedokteran di UNIMERZ. Ia berharap kolaborasi kedua perguruan tinggi tersebut dapat terus diperkuat dan memberikan manfaat bagi masyarakat di kawasan Indonesia Timur.
“Atas nama LLDIKTI Wilayah IX, Prof. Masrukhi, saya mengucapkan terima kasih,” kata Prof. Budu, seraya memberikan apresiasi kepada Rektor UNIMUS dan seluruh jajaran yang telah berkomitmen mendampingi proses pendirian Fakultas Kedokteran UNIMERZ.

Kolaborasi UNIMUS dan UNIMERZ tersebut menjadi gambaran bahwa penguatan pendidikan tinggi dapat dilakukan melalui sinergi dan berbagi pengalaman antarlembaga. Dari Semarang, pengalaman dan kapasitas UNIMUS turut memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan kedokteran di Makassar dan Indonesia Timur.
![]()