Semarang | Wajah baru memenuhi lingkungan Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS). Sebanyak 4.757 mahasiswa baru bergabung dengan keluarga besar UNIMUS pada Tahun Akademik 2026/2027. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari sejumlah negara, membawa latar belakang dan pengalaman yang beragam.

Kehadiran mahasiswa baru tersebut ditandai dengan rangkaian Masa Ta’aruf (Masta) sebagai bagian dari awal perjalanan mereka di lingkungan perguruan tinggi. Namun, bagi UNIMUS, bertambahnya jumlah mahasiswa bukan sekadar capaian penerimaan. Keragaman latar belakang mahasiswa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang terbuka dan inklusif.

Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah. Proses penerimaan mahasiswa baru UNIMUS masih dibuka hingga 15 September 2026.

Rektor UNIMUS Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., sampaikan, dengan jumlah capaian penerimaan tahun ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kampus. Jumlah mahasiswa yang telah diterima bahkan telah melampaui target yang ditetapkan.

“Artinya kepercayaan masyarakat kepada UNIMUS semakin baik. Perolehan mahasiswa baru tahun ini bahkan sudah melampaui target yang ditetapkan,” kata Rektor UNIMUS.

Dari total 4.757 mahasiswa baru, sebanyak 3.537 mahasiswa menempuh program sarjana (S1), 668 mahasiswa program profesi, 211 mahasiswa sarjana terapan (D4), 174 mahasiswa diploma tiga (D3), 155 mahasiswa magister (S2), dan 12 mahasiswa program spesialis.

Mereka tersebar di sembilan fakultas, yakni Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (FIKKES), Fakultas Ekonomi, Hukum, dan Bisnis (FEHBI), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Digital (FIKOMDIGI), Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Fakultas Sains dan Teknologi Pertanian (FSTP), Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), serta Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora (FIPH).

Pilihan bidang pendidikan yang semakin luas tersebut mencakup kesehatan dan kedokteran, ekonomi dan hukum, teknik, teknologi digital, pertanian, pendidikan hingga humaniora. Pengembangan bidang tersebut diarahkan untuk mengikuti perubahan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Keragaman mahasiswa baru semakin terlihat dengan bergabungnya 25 mahasiswa asing dari 12 negara. Mereka antara lain berasal dari Pakistan, Tanzania, Ghana, Timor-Leste, Thailand dan lainnya.

UNIMUS juga menerima empat mahasiswa penyandang disabilitas. Mereka mendapatkan dukungan dan pendampingan relawan selama mengikuti rangkaian kegiatan mahasiswa baru.

Bagi UNIMUS, keberadaan mahasiswa dengan latar belakang yang beragam menjadi bagian dari upaya membangun kampus yang dapat diakses dan dinikmati semua kalangan.

Rektor menegaskan, mahasiswa yang datang dari berbagai daerah maupun negara perlu merasakan suasana aman dan nyaman sejak pertama kali berada di kampus.

“UNIMUS ingin menjadi kampus yang nyaman, menyenangkan, memajukan, memuliakan, dan menggembirakan bagi semua. Tidak ada bullying, diskriminasi, maupun kekerasan,” tegasnya.

Menurutnya, pendidikan tinggi juga tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Kampus harus memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi secara utuh, mulai dari kemampuan berpikir, hati nurani, seni hingga olahraga.

Karena itu, mahasiswa didorong memiliki cara pandang yang lebih luas ketika memasuki dunia perguruan tinggi. Kehadiran sejumlah tokoh nasional dalam rangkaian kegiatan mahasiswa baru menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan berbagai persoalan masyarakat sekaligus mendorong mahasiswa membangun pola pikir kritis, terbuka, dan adaptif terhadap perkembangan global.

Pertumbuhan mahasiswa UNIMUS juga berjalan seiring dengan pengembangan program studi. Sepuluh program studi baru yang dibuka mendapat respons positif dari masyarakat.

Pembukaan program-program tersebut menjadi bagian dari langkah UNIMUS menyesuaikan layanan pendidikan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan ilmu pengetahuan dan dunia kerja.

“Saat ini UNIMUS memiliki 48 program studi dengan dukungan dosen profesional. Masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi masih memiliki kesempatan untuk mendaftar hingga 15 September 2026” ucap Rektor.

Selain mahasiswa reguler, UNIMUS juga mendapat kepercayaan pemerintah untuk menyelenggarakan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) melalui Direktorat Pendidikan Profesi Guru, Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Program tersebut mencakup PPG Calon Guru dan PPG bagi Guru Tertentu, sebagai bagian dari upaya mempersiapkan sekaligus meningkatkan kompetensi guru profesional untuk memperoleh sertifikat pendidik.

Dengan bertambahnya mahasiswa dari berbagai daerah, negara, dan latar belakang, UNIMUS kini menghadapi tantangan sekaligus peluang untuk terus menciptakan lingkungan akademik yang sehat dan inklusif.

Bagi kampus, 4.757 mahasiswa baru bukan hanya angka penerimaan. Mereka adalah generasi baru yang diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang kritis, kreatif, adaptif, sekaligus memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

Dari kampus yang beragam, lahir pengalaman belajar yang beragam. Dan dari situlah perjalanan mahasiswa UNIMUS untuk tumbuh, berkembang, dan memberi manfaat dimulai.

Loading