Semarang | Tantangan besar dalam meningkatkan kualitas kesehatan sumber daya manusia (SDM) salah satunya adalah dalam penanganan kasus stunting atau kurang gizi. Dan jika berbicara tentang generasi emas bebas stunting maka tentu tidak dapat dipisahkan dari kualitas sumber daya manusia. Kesehatan merupakan kunci agar anak-anak Indonesia bisa menjadi hebat, hal tersebut sangat berkaitan dengan pencapaian visi Indonesia untuk  mencetak generasi emas bebas stunting pada tahun 2045.

Untuk mewujudkan dan memastikan generasi muda Indonesia menjadi SDM yang hebat perlu menjadi kesadaran bersama agar generasi emas bebas stunting terwujud. Maka dari itu pemerintah saat ini  sangat konsen dalam menurunkan angka stunting yang ada baik dalam tngkat provinsi daerah maupun kota.

Melihat dari hal tersebut maka sebagai kampus yang Sebagian besar berkonsen pada bidang Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) ikut andil dalam menangani kasus stunting yang ada di negara ini. Beberapa kegiatan telah dilaksanakan oleh Unimus mulai dari penyuluhan Kesehatan, penelitian serta pengabdian masyarakat, selain itu juga melalui kegiatan – kegiatan seminar dan kuliah umum dengan tujuan untuk memerikan pengetahuan dan pengarahan.

Maka pada senin (24/7/2023) untuk mewujudkan hal tersebut Unimus menggelar kuliah Umum dengan tema “Mewujudkan Generasi Emas Bebas Stunting” dengan mengundang Wali Kota Semarang “Ir. Hj. Hevearita Gunaryanti Rahayu, M.Sos.” dihadiri oleh Rektor (Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd), Wail Rektor Jajaran Pimpianan dan diikuti oleh dosen serta mahasiswa. Selain itu kegiatan kuliah umum tersebut terselenggara bertempat di Aula lantai 8 Gedung Kuliah Bersama (GKB) II dan merpakan salah satu kegiatan dalam memeriahkan Gebyar Milad Unimus yang ke 24 Tahun.

Menyampaikan sambutannya, Prof. Masrukhi menyampaikan saati ini Unimus terus meningkatkan kualitas Pendidikan serta sarana prasarana yang ada untuk mejunjang terciptanya suasana akademik yang kondusif, salah satunya adalah dengan adanya pembangunan fasilitas Kesehatan berupa RUmah Sakit Pendidikan yang akan beroprasi bulan September 2023 nanti. Semoga Upaya yang telah dilakukan oleh Unimus ini bisa menjadi salah satu kontribusi dalam menyediakan fasilitas guna untuk meningkatkan kualitas Kesehatan yang ada di kota Semarang.  “Stunting ini merupakan persoalan kita bersama, persoalan nasional bahkan dunia. Selama ini Unimus juga ikut berkontribusi dalam upaya menurungkan angka stunting khususnya di Kota Semarang,” terang Prof Masrukhi”.

Sementara, Walikota Semarang, Hevearita mengungkapkan, dunia pendidikan menjadi salah satu stakeholder dalam upaya penanganan stunting di Kota Semarang. Hal itu tercantum dalam konsep bergerak bersama mengatasi kemiskinan yang mengakibatkan stunting. “Tadi banyak masukan penanganan stunting dari dosen dan mahasiswa Unimus yang luar biasa. Dalam MBKM ini mahasiswa Unimus bisa menjadi pengampu masalah stunting diwilayah masing-masing, karena perguruan tinggi telah menyebar di Kota Semarang,” ungkapnya.

Melalui kuliah umum di Unimus, pihaknya mendapatkan banyak masukan yang diperlukan dalam penanganan stunting dari hulu hingga ke hilir. “Pemerintah dengan dunia pendidikan itu kan bersinergi, tentu kita senang dan sangat terbantu. Mahasiswa ini menjadi pelaku pengentasan stunting, sehingga mindshet mereka yang sudah terbangun dapat menggatikan kita dalam penanganan stunting kedepan,” harapnya.

Reportase Humas (tsb)

Loading

Leave a Reply

eighteen + 3 =