Semarang | Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora (FIPH) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat perspektif global mahasiswa melalui penyelenggaraan Visiting Lecture bertajuk “Education for Sustainable Development: Preparing Future Generation for Global Challenges”, Kamis (12/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang A107, Gedung Kuliah Bersama (GKB) 3 Lantai 1 tersebut menghadirkan dua akademisi internasional dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia, yakni Assoc. Prof. Dr. Mazlini Adnan dan Assoc. Prof. Dr. Mohd Hairi Ibrahim.

Kuliah tamu ini menjadi bagian dari langkah strategis FIPH dalam mengintegrasikan konsep proses pembelajaran, sekaligus memperluas wawasan mahasiswa terhadap isu-isu global yang kian kompleks. Tidak hanya diikuti mahasiswa, kegiatan ini juga dihadiri dosen serta sivitas akademika FIPH yang antusias menyimak paparan materi dari para narasumber.

Dekan FIPH Unimus, Prof. Dr. Dodi Mulyadi, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi kerja sama internasional yang telah terjalin sejak tahun 2019 antara Unimus dan UPSI. Sejumlah program kolaboratif telah direalisasikan, di antaranya student exchange dan kuliah umum, sebagai wujud konkret komitmen kedua institusi dalam memperkuat jejaring akademik lintas negara.

 

“Visiting lecture ini merupakan salah satu bentuk implementasi kerja sama yang telah berjalan. Harapannya, kegiatan ini mampu membangun dan memperkaya pengetahuan mahasiswa FIPH yang terdiri dari lima program studi, yaitu Program Profesi Guru, S1 Pendidikan Bahasa Inggris, S1 Pendidikan Matematika, S1 Pendidikan Kimia, dan S1 Sastra Inggris,” ujar Prof. Dodi.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terkait Sustainable Development Goals (SDGs), yang menjadi amanah pemerintah dalam dunia pendidikan. Menurutnya, mahasiswa calon guru harus memiliki pemahaman komprehensif tentang SDGs sebagai landasan dalam membangun pendidikan yang berorientasi pada keberlanjutan.

“Pendidikan memiliki peran strategis dalam menjaga kelangsungan kehidupan manusia, baik dalam kaitannya dengan lingkungan, sosial, maupun pembangunan berkelanjutan. Salah satu poin penting dalam peningkatan kualitas pendidikan adalah bagaimana proses pembelajaran mampu memberikan dampak nyata terhadap perbaikan kualitas hidup,” jelasnya.

Dalam pemaparannya, Assoc. Prof. Dr. Mohd Hairi Ibrahim menekankan pentingnya pendidikan sebagai instrumen transformasi sosial. Ia menjelaskan bahwa pendidikan yang berkualitas harus mampu membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan adaptif terhadap perubahan global.

Sementara itu, Assoc. Prof. Dr. Mazlini Adnan memaparkan berbagai inovasi pembelajaran berbasis teknologi yang kini berkembang pesat, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia pendidikan. Ia menegaskan bahwa AI bukan sekadar alat bantu, melainkan peluang untuk menciptakan sistem pembelajaran yang lebih personal, adaptif, dan efektif. Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka harus mampu mengembangkan kreativitas, berpikir kritis, serta melakukan evaluasi terhadap produk-produk teknologi yang terus berkembang.

Paparan kedua narasumber tersebut disambut antusias oleh peserta. Diskusi interaktif pun berlangsung dinamis, mencerminkan tingginya minat mahasiswa dalam memahami peran pendidikan berkelanjutan di tengah tantangan global seperti perubahan iklim, disrupsi teknologi, hingga ketimpangan sosial.

Melalui kegiatan ini, FIPH Unimus berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai-nilai keberlanjutan dalam praktik pendidikan di masa depan. Visiting lecture ini sekaligus menjadi bukti komitmen Unimus dalam mendorong internasionalisasi kampus dan menyiapkan generasi pendidik yang responsif, inovatif, serta berdaya saing global.

Loading