Semarang — Upaya memperkuat daya saing mahasiswa di era digital terus digencarkan. Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Kota Semarang bersama Biro Administrasi Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) menggelar Workshop Public Speaking & Personal Branding bertema “Membangun Citra Diri Mahasiswa Berdaya Saing” pada Kamis (12/2/2026) di Aula Gedung Kuliah Bersama II UNIMUS.

Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran strategis bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan komunikasi sekaligus membangun identitas profesional sejak dini. Peserta dari berbagai program studi tampak aktif mengikuti rangkaian acara yang dirancang tidak hanya sebagai pelatihan teknis, tetapi juga sebagai wadah refleksi tentang kesiapan menghadapi dunia kerja. Sebelum memasuki sesi utama, tim Semarang Digital Kreatif (SDK) dan tim Ekonomi Kreatif membuka kegiatan dengan paparan mengenai perkembangan ekosistem kreatif digital di Kota Semarang. Mereka memetakan peluang kolaborasi, pengembangan talenta muda, serta peran komunitas kreatif dalam mendorong inovasi. Paparan ini memberi perspektif praktis bagi mahasiswa tentang luasnya peluang karier di sektor industri kreatif digital.

 

Materi pertama difokuskan pada public speaking yang disampaikan oleh Anggry Windasari, S.I.Kom., M.I.Kom., dosen Universitas Muhammadiyah Semarang. Ia menyoroti pentingnya kemampuan menyampaikan gagasan secara jelas, terstruktur, dan meyakinkan. Menurutnya, public speaking bukan semata keterampilan berbicara, tetapi juga kemampuan membaca audiens dan membangun koneksi emosional. Melalui sesi praktik, peserta dilatih mengelola bahasa tubuh, intonasi, serta teknik storytelling untuk memperkuat pesan yang disampaikan.

Sesi berikutnya menghadirkan Vega Viditama, S.Sos., M.M., konsultan pemasaran dan sumber daya manusia, yang membahas strategi personal branding. Ia menekankan bahwa citra diri yang kuat dibangun melalui konsistensi nilai, kompetensi, dan rekam jejak digital. Mahasiswa didorong untuk lebih sadar dalam mengelola identitas profesional, termasuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana membangun reputasi yang kredibel. Workshop dibuka oleh Wakil Rektor III UNIMUS, Dr. Eny Winaryati, M.Pd., yang mengapresiasi sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam pengembangan soft skills mahasiswa. Ia menilai kolaborasi ini penting untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga komunikatif dan adaptif.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Pengembangan Komunikasi Publik Diskominfo Kota Semarang, Sucahyo Kuswirantomo, S.H., S.Sos., M.H., menegaskan bahwa kompetensi komunikasi merupakan modal utama generasi muda untuk berperan aktif dalam pembangunan. Ia mengajak mahasiswa memanfaatkan ruang digital secara produktif sekaligus membangun citra diri yang positif. Rangkaian kegiatan berlangsung dinamis melalui diskusi, simulasi, dan sesi tanya jawab yang interaktif. Antusiasme peserta mencerminkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya keterampilan komunikasi sebagai bekal memasuki dunia profesional. Melalui workshop ini, mahasiswa diharapkan mampu memadukan kemampuan public speaking dan personal branding sebagai kompetensi kunci. Bekal tersebut diharapkan dapat membantu mereka tampil percaya diri, menyampaikan gagasan secara efektif, serta membangun reputasi profesional yang autentik dan kompetitif.

Loading