Semarang | Sebanyak 923 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) resmi dilepas untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Periode Agustus 2026, Rabu (29/7). Pelepasan dilakukan oleh Wakil Rektor I UNIMUS Prof. Dr. Budi Santosa, M.Si., Med., didampingi Wakil Rektor II Dr. Hardiwinoto, M.Si., Wakil Rektor IV Muhammad Yusuf, S.STP., M.Si., Ph.D., Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Prof. Dr. Purnomo, M.Eng., Sekretaris Bidang Publikasi, HAKI, dan Penerbitan Dr. Didik Sumanto, SKM., M.Kes. (Epid.), serta Sekretaris Bidang Pengabdian kepada Masyarakat Dr. Sufiati Bintanah, SKM., M.Si., bersama para dosen pendamping lapangan.

Program KKN PPM akan berlangsung mulai 29 Juli hingga 20 Agustus 2026 di Kabupaten Grobogan. Para mahasiswa akan ditempatkan di empat kecamatan, yakni Tanggungharjo, Tegowanu, Godong, dan Gubug, yang tersebar di sembilan desa sebagai lokasi pelaksanaan program pengabdian.
Peserta KKN berasal dari 15 program studi, yaitu S1 Teknik Mesin, S1 Rekayasa Elektro, S1 Arsitektur, S1 Rekayasa Sipil, S1 Informatika, S1 Teknologi Informasi, S1 Akuntansi, S1 Manajemen, S1 Agribisnis, S1 Keperawatan, S1 Kebidanan, S1 Kedokteran Gigi, S1 Kesehatan Masyarakat, S1 Pendidikan Kimia, dan S1 Pendidikan Matematika.
Dari total peserta, sebanyak 317 mahasiswa laki-laki dan 606 mahasiswa perempuan dibagi ke dalam 76 kelompok, dengan masing-masing kelompok beranggotakan 12 hingga 13 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I UNIMUS, Prof. Dr. Budi Santosa, M.Si., Med., mengatakan bahwa KKN merupakan bagian penting dari proses pembelajaran yang dirancang dalam kurikulum sejumlah program studi. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga belajar bekerja sama lintas disiplin untuk memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“KKN menjadi media pembelajaran yang sangat berharga bagi mahasiswa untuk berkolaborasi dengan berbagai disiplin ilmu. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat harus mampu memberikan manfaat sesuai kompetensi masing-masing,” ujarnya.

Ia berharap seluruh peserta mampu menjalankan program kerja dengan penuh tanggung jawab sekaligus menjaga nama baik almamater selama berada di lokasi pengabdian.
“Jagalah sikap, etika, dan empati kepada masyarakat. Kehadiran kalian membawa nama Universitas Muhammadiyah Semarang. Laksanakan program KKN dengan sungguh-sungguh sehingga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, Sekretaris Bidang Publikasi, HAKI, dan Penerbitan LPPM UNIMUS, Dr. Didik Sumanto, SKM., M.Kes. (Epid.), menjelaskan bahwa mahasiswa akan ditempatkan di sembilan desa yang tersebar di empat kecamatan. Karena itu, koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa menjadi hal penting demi kelancaran pelaksanaan program.

Ia berharap seluruh pemerintah desa dan kecamatan dapat memberikan pendampingan serta arahan kepada mahasiswa selama melaksanakan KKN. Apabila terdapat kendala di lapangan, pihak LPPM siap menjalin komunikasi dan melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait.
“Kami mohon dukungan dari pemerintah kecamatan maupun desa agar mahasiswa dapat menjalankan program dengan baik. Jika ada hal-hal yang perlu dikomunikasikan, kami siap berkoordinasi demi kelancaran kegiatan KKN,” katanya.
Kepada para mahasiswa, Pak Didik juga berpesan agar senantiasa menjaga etika, sopan santun, serta mampu beradaptasi dengan budaya masyarakat setempat. Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa membangun hubungan baik dengan masyarakat.

Ia menambahkan, sebelum menyusun program kerja, mahasiswa perlu mengenali kondisi wilayah, karakteristik masyarakat, serta berbagai potensi dan persoalan yang ada di desa. Program yang dijalankan diharapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Selain melaksanakan program kerja utama, mahasiswa juga didorong aktif mengikuti berbagai kegiatan kemasyarakatan, termasuk memberikan penyuluhan di sekolah maupun kegiatan pemberdayaan masyarakat. Pengalaman tersebut diharapkan dapat membentuk karakter kepemimpinan, kepedulian sosial, dan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan.
Dari KKN PPM 2026, UNIMUS tegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran ratusan mahasiswa di Kabupaten Grobogan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa sekaligus menjadi pengalaman berharga dalam membentuk lulusan yang profesional, berkarakter, dan peka terhadap kebutuhan masyarakat.
![]()