• Post author:
  • Post category:Berita

Semarang, 11 November 2025 — Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) kembali memperkuat jejaring internasionalnya melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) bersama Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM). Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan rencana kolaborasi Program Doktor Luar Negeri (Offshore PhD Program) yang diinisiasi sebagai upaya bersama meningkatkan mobilitas akademik dan kualitas riset pascasarjana lintas negara.

Diskusi ini dipimpin oleh Wakil Rektor IV UNIMUS, Associate Professor Muhammad Yusuf, Ph.D, dan dihadiri oleh sejumlah pimpinan akademik dari kedua universitas, antara lain Associate Professor Dwi Santoso, Ph.D ( Coordinator Offshore PhD Program, UMAM ), Dr. Dodi Mulyadi, M.Pd (Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora, UNIMUS), Dr. Andwiani Sinarasri, S.E., M.Si (Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIMUS), serta Dr. Ir. Rahayu Astuti, M.Kes. (Direktur Program Pascasarjana UNIMUS).

FGD ini menjadi wadah strategis bagi kedua institusi untuk berbagi gagasan dan merumuskan kerangka kerja sama akademik, termasuk mekanisme joint supervision, kesetaraan kurikulum, serta sistem pengakuan akademik bersama. Pertemuan ini juga menandai tahap kedua kolaborasi aktif antara UNIMUS dan UMAM setelah berbagai inisiatif bersama yang telah dilakukan sebelumnya dalam bidang pertukaran akademik dan pengembangan kemitraan internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor IV UNIMUS menegaskan bahwa inisiatif pembentukan Offshore PhD Program tidak hanya menjadi pencapaian penting dalam kerja sama akademik, tetapi juga merupakan wujud nyata komitmen UNIMUS dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi dan memperkuat ekosistem riset di lingkungan universitas. Melalui kolaborasi ini, UNIMUS dan UMAM menunjukkan komitmen bersama untuk membangun jejaring pendidikan tinggi lintas negara di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah, serta memperkuat peran strategis perguruan tinggi Muhammadiyah dalam pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi di kawasan ASEAN.

Loading