Semarang | Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Semarang (FKG Unimus) torehkan prestasi membanggakan. Sebanyak 19 mahasiswa Program Profesi Dokter Gigi yang mengikuti Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter Gigi (UKMP2DG) Nasional periode November dinyatakan lulus 100 persen berdasarkan Surat Keputusan Panitia Nasional UKMP2DG, Kamis (27/11/2025) di Aula Lantai 8 Gedung Kuliah Bersama (GKB) II Unimus. Kelulusan sempurna ini menunjukkan peningkatan mutu pendidikan FKG Unimus. Bahkan, salah satu peserta memperoleh nilai tinggi, yakni 93,8, yang menjadi capaian signifikan bagi institusi.

Dekan FKG Unimus, Dr. drg. Risyandi Anwar., Sp.KGA, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas capaian tersebut. “Selamat kepada seluruh dokter gigi baru yang telah menyelesaikan pendidikan dengan baik. Dari 19 peserta UKMP2DG, semuanya dinyatakan lulus. Ini menjadi bukti bahwa kualitas pembelajaran di FKG Unimus semakin baik,” ujarnya. Ia juga memohon doa agar proses reakreditasi FKG Unimus berjalan lancar dan memperoleh hasil Unggul.

 

Ketua PDGI Wilayah Jawa Tengah, drg. Budi Wibowo, turut memberikan sambutan dan ucapan selamat kepada para lulusan beserta orang tua dan dosen pembimbing. “Keberhasilan ini tidak lepas dari tetes keringat dan doa orang tua serta para dosen. Indonesia masih kekurangan dokter gigi, sehingga kami mendorong para lulusan melanjutkan pendidikan ke jenjang spesialis,” ungkapnya. Ia juga mengajak para dokter gigi baru untuk segera bergabung dalam organisasi profesi PDGI yang menyediakan berbagai fasilitas, seperti bantuan hukum, rekam medis elektronik, hingga konsultasi karier bagi dokter baru.

Wakil Rektor I Unimus Prof. Dr. Budi Santosa, M.Si.,Med., dalam sambutannya menegaskan bahwa prosesi sumpah profesi memiliki makna mendalam karena menjadi komitmen moral seorang dokter gigi dalam menjalankan tugasnya. “Nilai-nilai etika, moral, dan sosial harus selalu dipegang teguh. Dalam praktik nanti, jangan hanya melihat aspek finansial; profesionalisme akan membawa rezeki mengikuti,” ujarnya.

Beliau juga menekankan pentingnya pembelajaran berkelanjutan, mengingat pendidikan dokter gigi merupakan proses panjang yang menuntut ketekunan tinggi, termasuk dalam penyediaan pasien selama masa praktik. “Jangan berhenti belajar. Ke depan FKG Unimus juga merencanakan pendidikan spesialis. Ilmu harus terus dikembangkan,” pesannya.

Selain itu, Prof. Budi juga ucapkan terimakasih kepada orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di FKG Unimus, serta mengajak seluruh civitas untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan.

Prosesi sumpah menjadi puncak perjalanan pendidikan bagi 19 dokter gigi baru FKG Unimus. Keberhasilan kelulusan 100 persen pada UKMP2DG kali ini menjadi bukti komitmen fakultas dalam mencetak tenaga kesehatan profesional, beretika, dan kompeten.

Dengan dukungan kampus, organisasi profesi, serta keluarga, para dokter gigi baru diharapkan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi peningkatan layanan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia.

Loading