Semarang | Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) berkolaborasi dengan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan OBOR DESO (Ojo Bosen Ojo Ragu) – Diskusi Elaborasi Seluruh Organisasi bertema “From Classroom to Cloud: Masa Depan Pendidikan di Era Digital” pada Kamis, 21 Mei 2026, di Aula Lantai 8 Gedung Kuliah Bersama (GKB) 2 UNIMUS.

 

Kegiatan ini menghadirkan para guru, tenaga pendidik, mahasiswa calon guru, akademisi, serta praktisi pendidikan sebagai ruang diskusi bersama mengenai transformasi pendidikan di era digital dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia pembelajaran.

Wakil Rektor III UNIMUS, Dr. Eny Winaryati, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa UNIMUS terus berkomitmen mengembangkan program pendidikan yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

“Kami terus mengembangkan berbagai program studi di bidang pendidikan, mulai dari Pendidikan Matematika, Kimia, Pendidikan Bahasa Inggris, hingga Sastra Inggris. Insya Allah dalam waktu dekat kami juga akan kembali mengajukan program studi baru untuk terus memperkuat kontribusi UNIMUS di bidang pendidikan,” ujar Dr. Eny Winaryati, M.Pd.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk hadir tidak hanya secara fisik, tetapi juga menghadirkan semangat kolaborasi dalam membangun pendidikan yang lebih maju.

“Tidak hanya hadir dalam forum ini, tetapi hadirkan juga hati dan semangat untuk bersama-sama membesarkan pendidikan. Semoga kegiatan ini terus melahirkan kolaborasi-kolaborasi yang bermanfaat ke depannya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BBGTK Provinsi Jawa Tengah, Dian Fajarwati, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan OBOR DESO menjadi bentuk inovasi layanan peningkatan kompetensi guru yang dikemas secara singkat namun aplikatif.

“OBOR DESO ini merupakan sebuah ikhtiar untuk memberikan pelayanan peningkatan kompetensi guru dengan berbagai moda. Formatnya singkat, padat, jelas, dan informatif sehingga bisa langsung diterapkan oleh para guru,” ujar Dian Fajarwati, M.Pd.

Ia menambahkan bahwa perkembangan teknologi digital menjadi tantangan sekaligus peluang bagi para guru dan calon guru untuk terus meningkatkan kapasitas diri.

“Guru dan calon guru harus memiliki strategi untuk cerdas, kritis, dan bijak menggunakan media digital. Karena bisa jadi saat ini murid lebih cepat menyerap teknologi dibanding gurunya,” tambahnya.

Meski demikian, menurutnya, teknologi secanggih apa pun tidak akan mampu menggantikan peran guru dalam membangun karakter dan memberikan keteladanan kepada peserta didik.

“Media digital tidak akan bisa menggantikan peran guru. Guru tetap menjadi sosok yang memberikan teladan, membimbing secara langsung, dan membangun karakter murid,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora (FIPH) UNIMUS, Prof. Dr. Dodi Mulyadi, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi strategis antara UNIMUS dan BBGTK Jawa Tengah dalam meningkatkan kompetensi guru di bidang literasi digital.

“Teknologi AI sekarang sudah menyebar dan hadir di dunia pendidikan. Kita tidak boleh menghindari teknologi, tetapi harus siap menggunakannya secara produktif dan positif. AI harus menjadi partner untuk mempercepat kolaborasi berpikir dan proses pembelajaran, bukan menjadi penentu keputusan,” ujar Prof. Dr. Dodi Mulyadi, M.Pd.

Ia juga menambahkan bahwa guru di masa depan perlu lebih fokus pada proses mendidik, sementara pekerjaan administratif dapat dipermudah dengan bantuan teknologi digital.

“Dengan teknologi, pekerjaan administratif dapat dipercepat sehingga guru bisa lebih fokus pada mendidik. Yang terpenting adalah bagaimana guru memahami penggunaan AI yang tepat dan sesuai untuk kebutuhan pembelajaran,” tambahnya.

Melalui kegiatan OBOR DESO ini, UNIMUS bersama BBGTK Jawa Tengah berharap para guru mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta memiliki kesiapan dalam membangun ekosistem pendidikan yang inovatif, kreatif, dan tetap berlandaskan etika di era digital.

Dengan semangat kolaborasi dan transformasi, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mempersiapkan dunia pendidikan Indonesia menuju masa depan yang lebih adaptif dan berdaya saing global.

Loading