Semarang – Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) kembali memperkuat komitmennya dalam pengembangan jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan kuliah tamu bersama akademisi internasional Prof. Minako Sakai dari UNSW Canberra, Australia. Kegiatan yang diselenggarakan di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Hukum Bisnis (FEHB) UNIMUS ini menghadirkan diskusi akademik mengenai business sustainability dan community empowerment yang diikuti oleh dosen serta mahasiswa dengan antusias.

Kehadiran Prof. Minako Sakai di UNIMUS disambut langsung oleh jajaran pimpinan universitas dan fakultas. Turut hadir menyambut beliau Wakil Rektor II UNIMUS Dr. Hardiwinoto, M.Si., Wakil Rektor IV UNIMUS Dr. M. Yusuf, Ph.D., Dekan Fakultas Ekonomi dan Hukum Bisnis (FEHB) Dr. Andwiani Sinarasri, S.E., M.Si., Wakil Dekan FEHB Dr. A.M. Juma’i, S.E., M.M., beserta jajaran pimpinan fakultas dan civitas akademika FEHB UNIMUS.
Dalam sambutannya, Prof. Minako Sakai menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh keluarga besar UNIMUS. Ia mengaku senang dapat kembali berada di Indonesia dan berkesempatan berdiskusi secara langsung bersama mahasiswa dan dosen UNIMUS.
“Saya sangat senang berada di sini dan bertemu dengan mahasiswa serta akademisi UNIMUS. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menjembatani pengetahuan global dengan kebutuhan masyarakat lokal melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian,” ungkap Prof. Minako.

Prof. Minako juga menyoroti pentingnya kolaborasi internasional dalam menjawab berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang berkembang saat ini. Menurutnya, dunia pendidikan harus mampu menghadirkan solusi yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Rektor IV UNIMUS, Dr. M. Yusuf, Ph.D., menyampaikan bahwa kehadiran Prof. Minako menjadi momentum penting bagi UNIMUS dalam memperluas kerja sama internasional.

“Kesempatan ini menjadi momen yang sangat berharga bagi UNIMUS untuk memperluas jejaring kerja sama internasional. Kami berharap pertemuan ini membuka peluang kolaborasi akademik, penelitian bersama, serta pertukaran gagasan yang bermanfaat di masa mendatang,” ujarnya.
Beliau juga memperkenalkan berbagai capaian Prof. Minako Sakai sebagai akademisi dan peneliti internasional yang memiliki rekam jejak panjang dalam kajian Indonesia, khususnya terkait pemberdayaan masyarakat, pembangunan sosial, dan kewirausahaan sosial. Menurutnya, pengalaman dan perspektif global yang dimiliki Prof. Minako menjadi inspirasi berharga bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin terbuka dan kompetitif.

Dalam sesi utama kuliah tamu, Prof. Minako membawakan materi bertajuk “Business Sustainability and Community Empowerment”. Ia menjelaskan bahwa keberlanjutan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh kekuatan pendanaan atau model bisnis, tetapi oleh kemampuannya untuk terus beradaptasi terhadap perubahan sosial dan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, organisasi yang mampu bertahan adalah organisasi yang tetap relevan di tengah perubahan zaman, mampu membaca kebutuhan sosial, serta menghadirkan inovasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Prof. Minako juga menekankan pentingnya community empowerment atau pemberdayaan masyarakat yang dibangun berdasarkan kebutuhan riil komunitas. Pemberdayaan tidak hanya berupa bantuan ekonomi, tetapi juga membangun social infrastructure seperti jaringan sosial, kepercayaan masyarakat, kolaborasi antarlembaga, dan hubungan sosial yang berkelanjutan.
Sebagai bagian dari materinya, Prof. Minako memaparkan studi kasus Dompet Dhuafa sebagai salah satu contoh berkembangnya social entrepreneurship di Indonesia. Ia menjelaskan bagaimana lembaga tersebut berkembang dari gerakan filantropi berbasis zakat menjadi ekosistem pemberdayaan sosial yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari pengentasan kemiskinan, pemulihan pascabencana, pengembangan usaha masyarakat, hingga pembangunan rantai nilai ekonomi berbasis komunitas.

Beliau juga menjelaskan bahwa bencana tidak selalu menjadi akhir dari proses pembangunan. Dalam banyak kasus, bencana justru dapat menjadi momentum lahirnya inovasi sosial, penguatan kelembagaan, serta pengembangan ekonomi masyarakat yang lebih berkelanjutan apabila dikelola melalui pendekatan pemberdayaan yang tepat.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari mahasiswa dan dosen mengenai keberlanjutan organisasi, kewirausahaan sosial, pemberdayaan masyarakat, hingga peluang kolaborasi akademik internasional. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat terhadap isu-isu global yang memiliki relevansi langsung dengan pembangunan masyarakat di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, UNIMUS berharap dapat terus menghadirkan forum akademik internasional yang mempertemukan perspektif global dengan kebutuhan lokal, sekaligus mendorong lahirnya inovasi, kolaborasi lintas negara, dan penguatan wawasan internasional bagi mahasiswa sebagai generasi berkemajuan.
![]()