Tangerang Selatan | Senin, 22 Juni 2026 – Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dengan menghadiri Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 yang diselenggarakan oleh Times Higher Education (THE) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan, Senin (22/6). Acara pembukaan berlangsung pukul 15.30 WIB dan dihadiri ribuan pemimpin perguruan tinggi, pemerintah, industri, organisasi internasional, serta mahasiswa dari berbagai negara.

 

Dalam forum global tersebut, Unimus diwakili oleh Wakil Rektor I Unimus Prof. Dr. Budi Santosa, M.Si., Med. dan Wakil Rektor IV Unimus M. Yusuf, Ph.D. Kehadiran Unimus menjadi bagian dari upaya memperluas kolaborasi internasional sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Pada sambutan pembukaan, Phil Baty, Chief Global Affairs Officer Times Higher Education (THE), menekankan pentingnya imajinasi dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan dunia.

“Perubahan tidak dimulai dari dunia sebagaimana adanya, tetapi dari dunia sebagaimana yang bisa kita bayangkan. Krisis iklim bukan hanya krisis lingkungan, tetapi juga krisis imajinasi,” ujarnya.

Phil Baty menjelaskan bahwa saat ini lebih dari 1.600 universitas di seluruh dunia tergabung dalam THE Sustainability Impact Network, jaringan universitas terbesar yang berfokus pada keberlanjutan. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghasilkan inovasi, riset, dan solusi nyata untuk mendukung pencapaian 17 tujuan SDGs.

Sementara itu, Dominic Jermey, Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste dari Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO), menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi lintas sektor.

“Transisi menuju masa depan yang berkelanjutan tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah saja, ataupun oleh bisnis dan akademisi secara terpisah. Masa depan akan dibangun melalui kolaborasi antara pendidikan, pemerintah, industri, dan masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pendidikan dalam menyiapkan generasi muda menghadapi ekonomi hijau, termasuk melalui penguatan keterampilan, inovasi, dan penelitian yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Leonardo Adypurnama Teguh Sambodo, Ph.D., Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, mengingatkan bahwa dunia saat ini menghadapi tantangan keberlanjutan yang semakin kompleks.

“Keberlanjutan tidak lagi dapat dipandang sebagai pilihan kebijakan tambahan. Keberlanjutan harus menjadi fondasi utama dalam seluruh strategi pembangunan jangka panjang,” tegasnya.

Leonardo menjelaskan bahwa berdasarkan laporan global terbaru, hanya sekitar 18 persen target SDGs dunia yang saat ini berada di jalur yang tepat untuk dicapai pada tahun 2030. Meski demikian, Indonesia menunjukkan perkembangan positif dengan sekitar 62,7 persen indikator SDGs nasional telah mencapai target atau menunjukkan kemajuan signifikan.

Melalui partisipasi dalam GSDC 2026, Unimus memperkuat langkah internasionalisasi sekaligus memperluas jejaring strategis dengan berbagai institusi dunia. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Unimus dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola kampus yang berorientasi pada keberlanjutan.

Keikutsertaan Unimus dalam forum global ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan masa depan, sekaligus memperkuat posisi Unimus sebagai kampus yang aktif mendukung pencapaian SDGs di tingkat nasional maupun internasional.

Loading