Semarang, Rabu (1/7/2026) – Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora (FIPH) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menggelar Workshop Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) di Ruang 811 Gedung Kuliah Bersama (GKB) 2 Unimus, Rabu (1/7), mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis PPG Unimus dalam menyempurnakan kurikulum sekaligus memperkuat persiapan menuju akreditasi unggul. Workshop menghadirkan narasumber Prof. Dr. A.G. Tamrin, M.Pd., M.Si., pakar pendidikan dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor III Unimus Dr. Eny Winaryati, M.Pd., Dekan FIPH Unimus Prof. Dr. Doddy Mulyadi, M.Pd., Kepala Program Studi PPG Unimus Dr. Siti Aimah, M.Pd., serta jajaran dosen dan guru pamong PPG FIPH Unimus.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Unimus Dr. Eny Winaryati, M.Pd. menyampaikan bahwa perkembangan Program Studi PPG Unimus berlangsung sangat cepat sehingga membutuhkan penguatan kurikulum yang mampu menjawab berbagai tantangan pendidikan.

“Alhamdulillah, PPG ini akselerasinya sangat cepat sekali. Karena itu, kami mengundang Prof. Tamrin untuk memberikan penguatan terkait implementasi OBE di PPG agar kami memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai format yang tepat,” ujarnya.

Menurutnya, meskipun PPG telah memiliki struktur dan pedoman dari pemerintah, program studi tetap perlu mengembangkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan institusi dan perkembangan zaman.

Senada dengan hal tersebut, Dekan FIPH Unimus Prof. Dr. Doddy Mulyadi, M.Pd. mengatakan bahwa implementasi OBE di Program Studi PPG masih terus dikembangkan agar memiliki karakteristik dan penciri yang khas.

“PPG ini memang masih meraba-raba seperti apa kurikulum OBE yang perlu kita terapkan. Sebab, PPG sudah memiliki struktur dari pemerintah, mulai dari bahan ajar hingga panduan pembelajaran. Namun, kami tergugah bahwa PPG Unimus juga harus memiliki penciri dan kurikulum yang mengarah pada standar nasional,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa penyusunan kurikulum berbasis OBE tidak hanya bertujuan memenuhi tuntutan akademik, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan mutu kelembagaan dan peningkatan kualitas lulusan calon guru.

“Harapannya, melalui OBE ini akan lahir penciri PPG Unimus yang menjadi kekhasan dalam proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi guru profesional,” tambahnya.

Prof. Doddy juga mengungkapkan bahwa Program Studi PPG Unimus saat ini telah meraih akreditasi Baik Sekali dan tengah mempersiapkan diri menuju akreditasi unggul.

“Alhamdulillah, tahun ini PPG Unimus juga mendapatkan hibah revitalisasi untuk menuju akreditasi unggul. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi salah satu upaya penguatan kelembagaan sehingga PPG Unimus dapat meraih akreditasi unggul pada reakreditasi mendatang,” ujarnya.

Melalui workshop ini, peserta melakukan evaluasi dan penyempurnaan berbagai komponen kurikulum, mulai dari profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), struktur mata kuliah, hingga strategi pembelajaran dan asesmen yang berorientasi pada hasil (outcome).

Kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan kurikulum PPG yang lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan pemangku kepentingan, sehingga mampu mencetak guru profesional yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan pendidikan di era transformasi digital.

Dengan penyempurnaan kurikulum berbasis OBE ini, PPG Unimus menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan menghasilkan lulusan guru profesional yang berdaya saing serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Indonesia.

Reportase Humas Unimus (Irham)

Loading