Semarang | Menjadi mahasiswa baru bukan hanya soal beradaptasi dengan lingkungan kampus dan mengikuti perkuliahan. Sejak awal, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) juga didorong untuk berani mengembangkan diri, aktif berorganisasi, serta mengambil peluang untuk meraih prestasi.

Pesan itu disampaikan Wakil Rektor III UNIMUS, Prof. Dr. Eny Winaryati, M.Pd., dalam rangkaian Masa Ta’aruf (Masta) Mahasiswa Baru 2026. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Eny memperkenalkan sejumlah program pengembangan mahasiswa, di antaranya Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), dan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), serta Pemilihan Mahasiswa Berprestasi.

Tak sekadar mengenalkan program, Prof. Eny juga menghadirkan mahasiswa UNIMUS yang telah membuktikan bahwa kesempatan untuk berkembang di kampus dapat berujung pada prestasi di tingkat nasional.

Salah satunya Raffina Vale Setiawan, mahasiswa yang terlibat dalam program hibah PPK Ormawa. Melalui kegiatan di desa binaan, timnya berhasil mengembangkan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan meraih Medali Emas dalam ajang Abdidaya 2025.

Perjalanan Raffina menjadi contoh bahwa prestasi tidak hadir secara instan. Selama menjalani perkuliahan, ia aktif mengikuti berbagai kegiatan yang menjadi ruang untuk mengasah kemampuan, mulai dari public speaking, berpikir kritis hingga kemampuan bekerja bersama tim.

“Banyak hal yang saya lakukan selama kuliah. Dari mahasiswa baru, kemudian terus mengembangkan diri sampai akhirnya mendapatkan prestasi,” ungkapnya.

Pengalaman tersebut bahkan membuka kesempatan bagi Raffi untuk tampil dalam podcast Diktisaintek. Menurutnya, kesempatan itu tidak datang begitu saja, melainkan melalui proses panjang dan perjuangan yang dijalani selama menjadi mahasiswa.

Kisah serupa datang dari Faldian Faris Pratama, mahasiswa Program Studi S1 Manajemen. Berawal dari keaktifannya di UKM Wirausaha, Faldian kemudian mendapat kesempatan mengikuti P2MW, program hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Melalui produk Faldian Cake, ia bersama tim berhasil melaju ke KMI Expo tingkat nasional dan meraih Juara I kategori Makanan Berdampak.

Faldian menilai keterlibatan dalam organisasi dan berbagai kegiatan kampus memberikan banyak pengalaman yang tidak selalu didapatkan di ruang kelas.

Selain Raffi dan Faldian, Prof. Eny juga memperkenalkan Zalsabillah Amreta, mahasiswa S1 Gizi yang menjadi Finalis Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Disabilitas Tingkat Nasional 2026.

Kehadiran Zalsabillah membawa pesan tersendiri bagi mahasiswa baru. Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berkembang. Ia berhasil mewakili Jawa Tengah bersama 11 mahasiswa lainnya dari berbagai daerah di Indonesia.

“Disabilitas bukan sebuah titik akhir. Yang penting adalah bagaimana kita terus berkembang dan tidak membiarkan keterbatasan menghalangi kreativitas,” pesan yang disampaikan dalam kesempatan tersebut.

Sementara itu, prestasi mahasiswa UNIMUS juga datang dari bidang penelitian dan inovasi. Riski R. Ariyanto, mahasiswa S1 Informatika, berhasil lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2024 melalui program PKM.

Berbagai kisah tersebut menjadi gambaran bahwa dunia mahasiswa memiliki banyak ruang untuk berkembang. Organisasi, kompetisi, kewirausahaan, penelitian, hingga kegiatan sosial dapat menjadi jalan untuk menemukan potensi sekaligus membangun pengalaman.

Prof. Eny mendorong mahasiswa baru agar tidak hanya menjadi mahasiswa yang datang ke kampus, mengikuti kuliah, lalu pulang. Mahasiswa perlu aktif mencari pengalaman dan memanfaatkan berbagai kesempatan yang tersedia.

“Jangan hanya menjadi mahasiswa yang kuliah dan pulang. Aktiflah di organisasi, ikuti kegiatan yang bermanfaat, dan kembangkan potensi diri,” pesannya.

Berbagai capaian mahasiswa tersebut sekaligus menunjukkan komitmen UNIMUS dalam membuka ruang pengembangan bagi mahasiswa. Kampus tidak hanya mendorong pencapaian akademik, tetapi juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengasah kepemimpinan, kreativitas, kemampuan komunikasi, kewirausahaan, hingga kepedulian terhadap masyarakat.

Bagi mahasiswa baru, kisah para senior tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan meraih prestasi dapat dimulai sejak hari pertama menjadi bagian dari keluarga besar UNIMUS. Peluang sudah tersedia, tinggal keberanian mahasiswa untuk mengambil langkah dan mengembangkannya menjadi prestasi.

Loading