Semarang | Senat Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (SEMA KM) Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) sukses menggelar Training Legislative 2026 pada Sabtu–Minggu, 18–19 Juli 2026. Bertempat di Aula Gedung Kuliah Bersama (GKB) 2 Lantai 8 UNIMUS, kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Kapasitas Legislator Mahasiswa yang Berintegritas, Kritis, dan Profesional sebagai Katalisator Perubahan dalam Mewujudkan Universitas Muhammadiyah Semarang yang Progresif.”

 

Sebanyak 165 mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan (Ormawa) di lingkungan UNIMUS serta perwakilan dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengikuti pelatihan yang dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, kemampuan legislasi, serta wawasan kebangsaan bagi para calon pemimpin muda.

Pembukaan kegiatan berlangsung secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor III dan Wakil Rektor IV Unimus bersama dengan perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor IV UNIMUS, Muhammad Yusuf, S.STP., M.Si., Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada SEMA KM yang telah menghadirkan forum pembelajaran yang mampu mempertemukan mahasiswa dengan para tokoh nasional, akademisi, dan praktisi. Menurutnya, organisasi kemahasiswaan merupakan ruang terbaik bagi mahasiswa untuk belajar memimpin, berdiskusi, membangun jejaring, sekaligus mengasah kemampuan dalam menyelesaikan berbagai persoalan secara bijaksana.

Ia menegaskan bahwa seorang legislator mahasiswa tidak hanya dituntut memahami tata kelola organisasi, tetapi juga harus memiliki integritas, daya kritis, serta kemampuan berkolaborasi dalam memperjuangkan aspirasi mahasiswa.

“Menjadi legislator mahasiswa bukan sekadar menjalankan fungsi organisasi, tetapi juga belajar menjadi pemimpin yang mampu mendengar aspirasi, berdialog, dan menghadirkan solusi. Kampus membutuhkan mahasiswa yang berintegritas, kritis, dan memiliki semangat kolaborasi untuk membawa perubahan positif,” ujar Muhammad Yusuf.

Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerap pengalaman dari para narasumber dan mengimplementasikannya dalam menjalankan organisasi kemahasiswaan secara profesional sehingga mampu menjadi mitra strategis universitas dalam mewujudkan UNIMUS yang semakin progresif.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pembekalan dari sejumlah narasumber yang memiliki pengalaman di bidang pemerintahan, hukum, hingga kepemimpinan organisasi. Tokoh nasional H. Ganjar Pranowo, S.H., M.I.P. membuka wawasan peserta mengenai Advokasi Kebijakan Pemerintah, sekaligus mengajak mahasiswa memahami pentingnya mengawal kebijakan publik melalui gagasan yang kritis, objektif, dan berbasis kepentingan masyarakat.

Materi mengenai Pencegahan Radikalisme Berbasis Modal Sosial di Kota Semarang disampaikan oleh Ismet Adipradana, S.T., M.M., yang menekankan pentingnya membangun lingkungan kampus yang inklusif, toleran, dan memiliki daya tahan terhadap berbagai bentuk paham radikal.

Sementara itu, Moh. Hawari Dahlan, S.H., M.H. memberikan pelatihan mengenai Legal Drafting, membekali peserta dengan kemampuan menyusun produk hukum organisasi secara sistematis dan sesuai kaidah. Materi tentang Student Government disampaikan oleh R.Bg. Shina Samanda Alam, C.Ps., yang mengulas tata kelola pemerintahan mahasiswa yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan.

Peserta juga memperoleh penguatan mengenai kemampuan legislasi melalui materi yang dibawakan Ir. H. Iswar Aminuddin, M.T., serta pemahaman mengenai fungsi legislasi, budgeting, dan pengawasan oleh Muhammad Iqbal Adila, S.H.. Pada sesi penutup, Muhammad Farchan, M.T. mengajak peserta berdiskusi mengenai peran fungsi legislasi dalam negara demokrasi melalui tema “Mengawal Aspirasi Rakyat atau Kepentingan Partai Politik?”, yang mendorong mahasiswa berpikir lebih kritis terhadap dinamika politik dan demokrasi di Indonesia.

Melalui Training Legislative 2026, SEMA KM UNIMUS berharap lahir legislator-legislator mahasiswa yang tidak hanya memahami mekanisme organisasi, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan yang kuat, berintegritas, profesional, dan mampu menjadi katalisator perubahan. Bekal tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas organisasi kemahasiswaan di lingkungan UNIMUS sekaligus melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan kemajuan Universitas Muhammadiyah Semarang.

Loading