Semarang | Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menggelar kegiatan Bela Negara bagi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 di Lapangan Tembak Kodam IV/Diponegoro, Semarang, Jumat (22/5). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini bertujuan membentuk calon guru yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan yang kuat.

Apel pembukaan dihadiri oleh Wakil Rektor I Unimus Prof. Dr. Budi Santosa, M.Si., Med., Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora (FIPH) Unimus Prof. Dr. Dodi Mulyadi, M.Pd., Ketua Program PPG Unimus Dr. Siti Aimah, M.Pd., jajaran pimpinan fakultas, serta perwakilan Kodim 0733/Kota Semarang sebagai mitra pelaksana kegiatan.
Dalam sambutannya, Prof. Budi Santosa menegaskan bahwa bela negara bagi seorang guru tidak diwujudkan melalui penggunaan senjata, melainkan melalui pendidikan dan keteladanan. Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam meningkatkan harkat dan martabat bangsa melalui ilmu pengetahuan, akhlak mulia, serta kemampuan membentuk generasi penerus yang berkarakter.

“Guru harus memiliki kejujuran, ketangguhan, kedisiplinan, dan kasih sayang kepada peserta didik. Nilai-nilai inilah yang menjadi bekal penting dalam menjalankan profesi sebagai pendidik,” ujarnya.
Ketua Program PPG Unimus, Dr. Siti Aimah, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan Bela Negara merupakan bagian dari pembentukan karakter mahasiswa PPG. Selama tiga hari, peserta akan mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, kerja sama, tanggung jawab, dan kesiapan mental sebagai calon guru.

“Mahasiswa PPG tidak hanya dituntut memiliki kompetensi pedagogik yang baik, tetapi juga karakter kebangsaan yang kuat sehingga mampu menjadi teladan bagi peserta didik,” ungkapnya.
Sementara itu, Dekan FIPH Unimus, Prof. Dr. Dodi Mulyadi, M.Pd., menilai bahwa profesionalisme guru harus dibangun melalui keseimbangan antara kompetensi akademik dan karakter.

“Menjadi guru profesional tidak cukup hanya menguasai materi di kelas. Calon guru harus memiliki ketangguhan mental, kedisiplinan, dan rasa cinta tanah air yang kuat,” tegasnya.
Melalui kegiatan Bela Negara ini, Unimus berharap dapat melahirkan guru-guru profesional yang tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme, integritas, dan semangat pengabdian untuk turut mencerdaskan kehidupan bangsa.
Reportase Humas Unimus (Irham)
![]()