• Post author:
  • Post category:Berita
Unimus Hadiri Konferensi Internasional RI-China
Unimus Hadiri Konferensi Internasional RI-China

Semarang | Rabu-Kamis (15-16/04) diselenggarakan Seminar International yang menampilkan tema: The Relation of Indonesia-China: Dynamics, Problems And Prospects, dan pada di Kampus I Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang.  Melatar belakangi kegiatan ini adalah bahwa sepanjang sejarah hubungan Indonesia dan China semakin erat namun selain terdapat peluang, dan permasalahan serta dinamika ekonomi, sosial budaya dan agama menjadi sebuah kesempatan dan tantangan bagi kedua negara kemudian dengan terjalinnya hubungan bilateral antara Indonesia dan China (Tiongkok) menjadi suatu hubungan yang bersifat kompetitif dan idealis. Dalam bidang ekonomi, salah satu contoh kerjasama kedua negara yakni melalui
Association of Southeast Asian Nations – China Free Trade Agreement (ASEAN-ACFTA ) Indonesia termasuk bagian penting di ASEAN. Keynote Speech dalam Seminar ini adalah : Duta besar Republik Indonesia di Beijing.IMG-20150416-WA0006

Dengan kerjasama (ASEAN-ACFTA ) semakin banyak kemajuan dengan terciptanya hubungan ini antara lain yakni menciptakan kerjasama yang dinamis. Selain bidang ekonomi, Indonesia dan China juga membangun diplomasi pada bidang lain, yakni pendidikan dan kebudayaan. Hal ini menjadi bukti bahwa selain bidang ekonomi, Indonesia dan China juga memiliki hubungan erat dalam kerjasama pendidikan dan kebudayaan. Terbukti banyak pelajar Indonesia dan China saling bertukar ke ilmuwan dan wawasan antar budaya, dan pariwisata.

IMG-20150416-WA0007Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) memandang penting untuk mengikuti kegiatan ini mengingat Unimus sebagai salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah, dimana Muhammadiyah sebagai organisasi besar yang turut andil dalam pembangunan peradaban sosial, dan Agama Indonesia dan China. Unimus turut berpartisipasi dan berperan serta dalam ajang konferensi International ini yang di wakili oleh saudara Mamdukh Budiman (Lembaga Studi Islam dan Kemuhammadiyahan, bidang Sastra dan Budaya).

Para peserta tidak hanya antusias namun sangat perhatian dan peduli terhadap hubungan peradaban yang telah dibangun oleh founding father negara.

Loading