Semarang | Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) menerima kunjungan pimpinan dan tim task force pendirian Fakultas Kedokteran dari Bina Nusantara (BINUS) University dalam rangka penjajakan kerja sama dan konsultasi terkait rencana pendirian Fakultas Kedokteran (FK) di lingkungan BINUS. Pertemuan tersebut berlangsung di kampus UNIMUS dan diakhiri dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua institusi.

Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor UNIMUS, Prof. Masrukhi, didampingi Wakil Rektor I, II, dan IV serta Dekan Fakultas Kedokteran UNIMUS. Sementara dari pihak BINUS hadir Rektor BINUS University Dr. Nelly, S.Kom., M.M., CSCA bersama jajaran pimpinan dan tim task force pendirian Fakultas Kedokteran.
Dalam sambutannya, Prof. Masrukhi menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan BINUS kepada UNIMUS sebagai calon fakultas pembina dalam proses pendirian Fakultas Kedokteran. Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi amanah sekaligus bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan pendidikan kedokteran di Indonesia.

“UNIMUS yang berdiri sejak tahun 1999 kini memasuki usia ke-27 tahun dengan sembilan fakultas. Empat di antaranya merupakan fakultas bidang kesehatan, yakni Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (FIKKES), serta Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM). Tahun ini UNIMUS juga membuka Fakultas Ilmu Komunikasi dan Digital (FIKOMDIGI) serta Sepuluh (10) program studi baru, termasuk Program Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (PPDS Obgin),” ujarnya.
Prof. Masrukhi menjelaskan bahwa sistem tata kelola perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) berada dalam koordinasi yang terstruktur melalui Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Model koordinasi tersebut memungkinkan sinergi yang kuat antarperguruan tinggi Muhammadiyah di seluruh Indonesia.
Ia menambahkan, saat ini terdapat 23 Fakultas Kedokteran di lingkungan PTMA yang senantiasa terkonsolidasi dan terkoordinasi secara efektif. Seluruh kebijakan strategis, termasuk pengembangan program studi dan fakultas baru, selalu dilakukan melalui konsultasi dan koordinasi dengan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.
Terkait pendirian Fakultas Kedokteran, Prof. Masrukhi menegaskan bahwa regulasi mengharuskan adanya fakultas pembina yang telah memiliki akreditasi unggul. Dengan pengalaman yang dimiliki, UNIMUS siap memberikan pendampingan dan pembinaan kepada BINUS dalam proses pendirian Fakultas Kedokteran.
“Selama ini UNIMUS telah terlibat dalam pembinaan pendirian fakultas kedokteran baru. Kami memiliki sumber daya dosen, dokter, dan tenaga ahli yang kompeten untuk mendukung proses tersebut. Untuk kemaslahatan masyarakat dan kontribusi bagi bangsa, UNIMUS siap menjadi pembina Fakultas Kedokteran BINUS,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Rektor UNIMUS juga memperkenalkan berbagai fasilitas kesehatan pendidikan yang dimiliki kampus, termasuk Rumah Sakit UNIMUS yang diresmikan pada 6 Januari 2026 serta Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) yang telah beroperasi beberapa tahun sebelumnya.
Selain itu, UNIMUS tengah mengembangkan layanan unggulan di bidang penanganan kanker dan tumor melalui teknologi cryosurgery. Layanan tersebut direncanakan diluncurkan pada Oktober 2026 dan akan menjadi salah satu inovasi medis yang mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan.

Sementara itu, Rektor BINUS University menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan UNIMUS. Dalam sambutannya, Rektor BINUS menjelaskan bahwa BINUS yang telah berusia 45 tahun saat ini memiliki 65 program studi aktif dan terus berupaya mengembangkan bidang pendidikan kesehatan, termasuk melalui pendirian Fakultas Kedokteran.
Menurutnya, pengalaman dan capaian UNIMUS dalam mengelola pendidikan kedokteran menjadi referensi penting bagi BINUS dalam menyusun roadmap pendirian fakultas baru tersebut.
“Kami berharap melalui diskusi dan kerja sama ini dapat diperoleh gambaran yang lebih detail mengenai tahapan pendirian Fakultas Kedokteran. Kami juga berterima kasih karena UNIMUS bersedia menjadi fakultas pembina dalam proses yang akan kami jalankan,” ungkapnya.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepahaman bersama untuk memperkuat kolaborasi antara kedua perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan pendidikan kedokteran, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat dan bangsa.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, kedua institusi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) yang menjadi landasan kerja sama strategis antara UNIMUS dan BINUS University. Penandatanganan ini sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam mendukung pendirian Fakultas Kedokteran BINUS dengan pendampingan dari Fakultas Kedokteran UNIMUS sebagai fakultas pembina.
![]()