Semarang – Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora (FIPH) Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) resmi menyerahkan 75 mahasiswa PPG Calon Guru untuk menjalankan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Mandiri di sekolah mitra. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan calon guru menghadapi lingkungan pendidikan secara langsung sekaligus memperkuat kompetensi dan profesionalitas mereka.

Kegiatan Pembekalan PPL Mandiri dan Penyerahan Mahasiswa PPG Calon Guru kepada Sekolah Mitra berlangsung di Aula GKB 2 UNIMUS, Senin (24/8/2026), dan diikuti mahasiswa PPG, dosen, guru pamong, serta perwakilan sekolah mitra.

Dekan FIPH UNIMUS, Prof. Dr. Dodi Mulyadi, M.Pd., mengatakan PPL dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi mampu menerapkannya secara langsung dalam situasi nyata di sekolah.

“Kegiatan ini kita rancang supaya berdampak. Karena bukan hanya mendapatkan teori di kelas, tetapi harapannya mahasiswa bisa langsung praktik secara kontekstual dan autentik di dunia nyata, yaitu bagaimana memimpin, mendidik, dan mengajar siswa yang ada di sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I UNIMUS, Prof. Dr. Budi Santosa, M.Si.Med., menekankan bahwa tantangan profesi guru saat ini semakin kompleks. Karena itu, calon guru perlu memiliki kemampuan akademik sekaligus karakter dan keteladanan.

“Jagalah nama baik. Mengajar itu bukan hanya transfer ilmu pengetahuan, tapi Anda punya beban sebagai guru adalah pendidik,” tegas Prof. Budi.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar mampu menjadi teladan bagi peserta didik melalui sikap dan perilaku sehari-hari. “Keteladanan itu penting. Tunjukkan sikap dan perilaku yang memberikan teladan pada siswa-siswa kita. Itu bagian dari proses pendidikan,” lanjutnya.

Pesan tersebut diperkuat oleh Kepala SMA Negeri 11 Semarang, Eko Adi Nuryadin, M.Pd., selaku perwakilan sekolah mitra. Ia menjelaskan bahwa pengalaman mahasiswa selama PPL tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga mencakup berbagai kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler.

“Saudara-saudara mahasiswa, nanti di sekolah tidak hanya mengajar di kelas. Ada kegiatan dengan siswa yang kokurikuler, ada ekstrakurikuler. Jadi nanti ada kegiatan selain di dalam kelas,” jelas Eko.

Menurutnya, mahasiswa juga akan berinteraksi dengan guru, tenaga kependidikan, serta berbagai pihak yang terlibat dalam ekosistem sekolah. Pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk mengasah empat kompetensi guru, yakni pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian, sekaligus memperkuat kemampuan komunikasi dengan peserta didik.

Untuk memperkuat kesiapan mahasiswa, pembekalan menghadirkan empat narasumber. Dr. Hendi Pratama, M.A., membawakan materi tentang komunikasi efektif bagi calon guru. Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., memberikan penguatan mengenai integritas, keteladanan, dan tanggung jawab moral pendidik.

Sementara itu, Dian Milasari, M.Pd., Kepala SMA Negeri 2 Semarang, memberikan perspektif mengenai praktik mengajar dan membangun hubungan positif dengan sekolah serta peserta didik. Pembekalan teknis pelaksanaan dan target capaian PPL disampaikan oleh Dr. Venissa Dian Mawarsari, M.Pd.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara dan penyerahan secara simbolis mahasiswa PPG Calon Guru kepada sekolah mitra sebagai penanda dimulainya PPL Mandiri.

Melalui PPL Mandiri, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman autentik dalam mengelola pembelajaran, membangun komunikasi, memahami karakter peserta didik, serta menghadapi berbagai dinamika di lingkungan sekolah.

Kolaborasi UNIMUS dengan sekolah mitra ini diharapkan mampu melahirkan calon guru yang tidak hanya kompeten dalam mengajar, tetapi juga memiliki integritas, karakter, dan keteladanan sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan Indonesia.

Loading