Semarang | Lapangan tenis menjadi ruang perjumpaan pimpinan dan sivitas perguruan tinggi di Jawa Tengah dalam Turnamen Tenis LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah 2026. Digelar selama tiga hari, 28–30 Agustus 2026, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan membuka peluang kolaborasi antarpersguran tinggi.
Turnamen yang digelar atas kerja sama LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), dan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) tersebut berlangsung di tiga lokasi, yakni Lapangan Tenis LLDIKTI VI, Lapangan Tenis Unimus, dan Lapangan Tenis UPGRIS.

Sebanyak 150 peserta atau 75 pasangan ambil bagian dalam turnamen yang mempertemukan perwakilan LLDIKTI VI dan perguruan tinggi swasta di Jawa Tengah. Pertandingan dibagi dalam empat kategori, yakni ganda 80 tahun, ganda akumulasi 90 tahun, ganda 100 tahun, serta ganda eksekutif yang untuk pertama kalinya diperkenalkan pada penyelenggaraan tahun ini.
Kategori ganda 80 tahun dan 90 tahun masing-masing terbagi dalam enam pool, sedangkan ganda 100 tahun terbagi dalam delapan pool. Sementara kategori ganda eksekutif terbagi dalam enam pool.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, SE., MM., Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd., Rektor Unimus Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., Rektor UPGRIS Prof. Dr. Sapto Budoyo, SH., MH., perwakilan Rektor Universitas Diponegoro Prof. Dr. Eng. Agus Setiawan, S.Si., M.Si., Rektor Universitas Dian Nuswantoro, serta sejumlah pimpinan perguruan tinggi di Jawa Tengah.

Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi mengatakan, terselenggaranya turnamen tersebut tidak lepas dari dukungan Unimus dan UPGRIS yang turut menjadi co-host selama pertandingan berlangsung.
Menurutnya, turnamen tersebut memiliki makna lebih dari sekadar mencari juara. Setelah sekitar tujuh tahun tidak digelar, kegiatan ini menjadi momentum bagi keluarga besar perguruan tinggi di Jawa Tengah untuk kembali berkumpul dan membangun kebersamaan.
“Pertandingan ini bukan hanya untuk mencari pemenang, tetapi menjadi ajang silaturahmi yang luar biasa antarperguruan tinggi di Jawa Tengah,” ujarnya.
Ia berharap suasana santai yang tercipta selama turnamen dapat melahirkan gagasan-gagasan baru untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi.
“Di waktu istirahat dan santai justru bisa muncul ide-ide luar biasa untuk meningkatkan jejaring dan kolaborasi. Kami berharap gagasan yang lahir dari turnamen ini dapat ikut meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Jawa Tengah,” katanya.
Selain mengedepankan kebersamaan, seluruh pertandingan juga berlangsung dengan menjunjung tinggi ketertiban, sportivitas, dan prinsip fair play. Sikap tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam membangun budaya kepatuhan terhadap aturan.
“Sportivitas dan tunduk pada keputusan juri merupakan implementasi bahwa perguruan tinggi juga harus patuh dan menghormati regulasi serta aturan yang telah ditetapkan,” jelas Aisyah.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menyambut baik penyelenggaraan turnamen tersebut. Menurutnya, olahraga memiliki peran penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus membangun karakter.
Beliau mengatakan, upaya menjaga kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan layanan kesehatan. Masyarakat juga perlu didorong untuk menerapkan pola hidup sehat, salah satunya melalui aktivitas olahraga.
“Olahraga merupakan salah satu program untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Bagaimana kita menjaga kesehatan masyarakat, salah satunya melalui olahraga,” ujarnya.
Sumarno menambahkan, olahraga juga mengajarkan nilai kejujuran dan integritas. Dalam pertandingan, seseorang tidak hanya dituntut jujur kepada lawan, tetapi juga kepada dirinya sendiri.
“Kejujuran tidak hanya kepada orang lain, tetapi juga kepada diri sendiri. Dari olahraga, nilai kejujuran dan integritas itu bisa dibangun di tengah masyarakat,” katanya.

Beliau berharap turnamen tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan olahraga, tetapi mampu memperkuat hubungan antarpimpinan perguruan tinggi dan membuka ruang kerja sama yang lebih luas.
“Semoga kegiatan ini selain menyatukan perguruan tinggi di Jawa Tengah juga semakin mempererat silaturahmi. Pendidikan bukan hanya tanggung jawab perguruan tinggi, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama,” tuturnya.
Sumarno juga menekankan pentingnya peran berbagai pemangku kepentingan dalam memastikan keberlanjutan pendidikan, termasuk membuka akses dan kesinambungan bagi lulusan Sekolah Rakyat agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Dengan semangat sportivitas, kebersamaan, dan kolaborasi, Turnamen Tenis LLDIKTI VI Jawa Tengah 2026 diharapkan menjadi ruang yang tidak hanya mempertemukan para peserta di lapangan, tetapi juga mempertemukan gagasan dan jejaring baru untuk kemajuan pendidikan tinggi di Jawa Tengah.
Reportase Humas Unimus (tri)
![]()