Semarang | Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) secara resmi melepas dua mahasiswa terbaik yang akan mewakili universitas dalam Asia-Pacific Summer Program (APSP) 2026 di Daffodil International University (DIU), Bangladesh. Program internasional tersebut akan berlangsung pada 20–28 Juli 2026 dan menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai negara untuk memperluas wawasan akademik, budaya, serta jejaring internasional.
Prosesi pelepasan dihadiri oleh Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) UNIMUS, Fitria Fatichatul Hidayah, M.Pd., Ketua Program Studi S1 Gizi, Ketua Program Studi S1 Sains Data, serta sivitas akademika yang memberikan dukungan kepada para peserta.
Dua mahasiswa yang dipercaya menjadi delegasi UNIMUS adalah Salsabillah Amretha, mahasiswa Program Studi S1 Gizi, dan Muhammad Ivan Ardiansyah, mahasiswa Program Studi S1 Sains Data.

Asia-Pacific Summer Program (APSP) 2026 merupakan penyelenggaraan kedua yang digelar oleh Daffodil International University (DIU) bekerja sama dengan Association of Universities of Asia and the Pacific (AUAP). Mengusung tema “Together, a Great Summer”, program ini menghadirkan mahasiswa dari berbagai negara untuk mengikuti rangkaian kegiatan akademik dan nonakademik, mulai dari pembelajaran lintas disiplin, pelatihan laboratorium, pengabdian kepada masyarakat di wilayah pedesaan, kunjungan industri, hingga pertukaran budaya yang bertujuan memperkaya pengalaman dan memperluas perspektif global para peserta.
Dalam sambutannya, Kepala BKA UNIMUS, Fitria Fatichatul Hidayah, M.Pd., berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat diikuti dengan baik dan memberikan hasil terbaik bagi para mahasiswa maupun institusi.
“Semoga seluruh kegiatan berjalan lancar. Kami berharap para peserta tidak hanya membawa pulang pengalaman internasional yang berharga, tetapi juga mampu meraih berbagai penghargaan (awards) yang disediakan selama program berlangsung,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam APSP tidak berhenti pada pengalaman selama berada di Bangladesh. Menurutnya, hasil dari program tersebut perlu ditindaklanjuti melalui berbagai aktivitas akademik di program studi, seperti berbagi pengalaman, konferensi, kolaborasi, maupun pengembangan kegiatan internasional lainnya.
“Keikutsertaan dalam program internasional membutuhkan strategi dan proses yang panjang. Karena itu, manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk memperkuat kompetensi, jejaring internasional, serta membawa nama baik UNIMUS di tingkat global,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor III UNIMUS Dr. Eny WInaryati, M.Pd., memberikan apresiasi atas keberhasilan kedua mahasiswa yang telah lolos seleksi dan menjadi bagian dari kontingen APSP 2026. Menurutnya, kesempatan tersebut merupakan pencapaian yang patut disyukuri sekaligus menjadi langkah dalam mempersiapkan mahasiswa agar memiliki daya saing internasional.

“Kami sangat mengapresiasi capaian ini. Tetap jaga kekompakan selama mengikuti program, ikuti setiap kegiatan dengan sungguh-sungguh, dan sampaikan perkembangan kegiatan kepada universitas. Semoga seluruh proses berjalan lancar dan memberikan hasil terbaik bagi diri sendiri maupun UNIMUS,” pesannya.
Keikutsertaan dua mahasiswa UNIMUS dalam Asia-Pacific Summer Program 2026 menjadi bagian dari komitmen universitas dalam mendorong internasionalisasi pendidikan serta meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa di lingkungan global. Diharapkan, pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program ini mampu memperkaya kompetensi akademik, memperluas jejaring internasional, sekaligus menginspirasi mahasiswa lainnya untuk berani berkompetisi di tingkat dunia.
![]()