Semarang | Penguatan jejaring kerja sama, internasionalisasi, dan hilirisasi hasil riset menjadi fondasi penting bagi perguruan tinggi dalam meningkatkan daya saing di tingkat global. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) terus memperluas kolaborasi strategis yang tidak hanya menghasilkan dokumen kerja sama, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan inovasi yang bermanfaat bagi bangsa.
Komitmen tersebut menjadi fokus pembahasan dalam Rapat Pleno V Rapat Kerja Tahunan (RAKERTA) UNIMUS Tahun 2026–2027 yang mengangkat tema Program Prioritas Bidang Kerja Sama, Perencanaan, dan Pengembangan serta Strategi Pencapaian Target Program Kerja Tahun Akademik 2026–2027.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Griya Persada Bandungan, Kabupaten Semarang, Kamis (30/7), dimoderatori oleh Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNIMUS, Prof. Dr. Sayono, S.KM., M.Kes. (Epid), dengan pemaparan materi oleh Wakil Rektor IV UNIMUS, Muhammad Yusuf, S.STPi., M.Si., Ph.D. Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat strategi internasionalisasi, meningkatkan implementasi kerja sama nasional dan internasional, mendorong hilirisasi hasil penelitian, serta mengembangkan unit usaha universitas yang berkelanjutan.
Dalam paparannya, Muhammad Yusuf menegaskan bahwa kerja sama merupakan salah satu instrumen strategis dalam mempercepat transformasi UNIMUS menuju World Class University. Menurutnya, kemitraan yang dibangun tidak boleh berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman, tetapi harus diwujudkan dalam berbagai program nyata yang memberikan manfaat bagi program studi, fakultas, dosen, mahasiswa, hingga masyarakat.

“Kerja sama harus menghasilkan implementasi yang nyata. Yang kita bangun bukan sekadar jumlah MoU, tetapi kemitraan yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta reputasi universitas di tingkat internasional,” tegasnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Bidang Kerja Sama menargetkan peningkatan jumlah dan kualitas implementasi kerja sama nasional maupun internasional melalui berbagai program, seperti kolaborasi penelitian, joint publication, pertukaran dosen dan mahasiswa, visiting professor, pengabdian masyarakat, hingga pengembangan jejaring dengan perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan lembaga internasional.
Muhammad Yusuf juga menekankan pentingnya membangun budaya dokumentasi yang tertib dalam setiap aktivitas kerja sama. Seluruh proses, mulai dari Letter of Intent (LoI), Memorandum of Understanding (MoU), Perjanjian Kerja Sama (PKS), notulen pertemuan, hingga laporan implementasi, diharapkan terdokumentasi secara sistematis melalui sistem digital universitas. Langkah ini dinilai penting untuk mendukung tata kelola yang akuntabel sekaligus memperkuat pemenuhan berbagai indikator akreditasi nasional maupun internasional.

Selain memperluas jejaring kemitraan, UNIMUS juga terus mempercepat internasionalisasi melalui peningkatan mobilitas inbound dan outbound mahasiswa serta dosen. Kehadiran mahasiswa internasional dipandang bukan hanya sebagai indikator pemeringkatan perguruan tinggi, tetapi juga menjadi media pertukaran budaya, peningkatan atmosfer akademik global, serta penguatan reputasi universitas di tingkat internasional. Oleh karena itu, seluruh program studi didorong untuk aktif membangun kerja sama internasional yang benar-benar diimplementasikan melalui berbagai aktivitas akademik.
Pada bidang penelitian, kerja sama diarahkan untuk memperkuat kolaborasi lintas institusi dalam menghasilkan riset yang berkualitas dan berdampak. Sinergi dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), mitra industri, pemerintah, serta perguruan tinggi dalam dan luar negeri terus diperluas untuk meningkatkan produktivitas publikasi internasional, memperkuat jejaring peneliti, serta menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

UNIMUS juga memberikan perhatian besar terhadap hilirisasi hasil penelitian agar tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata. Berbagai hasil riset dosen didorong untuk berkembang menjadi produk inovasi, hak kekayaan intelektual (HKI), paten, teknologi terapan, maupun produk komersial yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, dunia usaha, dan industri. Melalui pendekatan tersebut, penelitian diharapkan mampu memberikan nilai tambah sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi universitas.
Selain penguatan kerja sama akademik, Bidang IV juga mengembangkan berbagai unit usaha universitas sebagai bagian dari strategi keberlanjutan institusi. Pengembangan greenhouse, budidaya melon, serta berbagai unit usaha produktif lainnya diarahkan tidak hanya sebagai sumber pendapatan universitas, tetapi juga menjadi laboratorium pembelajaran, penelitian, dan kewirausahaan bagi mahasiswa.
Pengembangan universitas juga diwujudkan melalui komitmen membangun Green Campus yang berkelanjutan. UNIMUS terus memperkuat berbagai program pengelolaan lingkungan, mulai dari sistem pemilahan sampah organik dan anorganik, pengembangan fasilitas pengolahan sampah, urban farming, greenhouse, hingga penyediaan ruang terbuka hijau yang mendukung kenyamanan sivitas akademika. Gerakan tersebut dipandang sebagai bagian dari implementasi nilai ekoteologi, yaitu kesadaran bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual.

Berbagai program lingkungan tersebut tidak hanya mendukung peningkatan kualitas kampus, tetapi juga menjadi kontribusi nyata UNIMUS dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta memperkuat posisinya dalam berbagai pemeringkatan internasional, termasuk UI GreenMetric World University Rankings.
Di sisi lain, pengembangan infrastruktur universitas juga terus dilakukan secara bertahap melalui penyusunan master plan kawasan kampus, pengembangan hotel UNIMUS, penataan kawasan parkir terpadu, hingga penguatan fasilitas pendukung lainnya. Seluruh pengembangan tersebut diarahkan untuk menciptakan ekosistem kampus yang modern, produktif, ramah lingkungan, dan mampu mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi secara berkelanjutan.
Melalui Rapat Pleno V, UNIMUS menegaskan bahwa kerja sama, internasionalisasi, pengembangan usaha, dan hilirisasi riset merupakan pilar penting dalam meningkatkan daya saing institusi. Sinergi antarunit, kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, serta penguatan inovasi menjadi modal utama dalam mewujudkan universitas yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.
Sejalan dengan semangat “Diktisaintek Berdampak”, seluruh strategi Bidang Kerja Sama, Perencanaan, dan Pengembangan diarahkan untuk memastikan setiap kemitraan, inovasi, dan hasil penelitian mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan memperkuat jejaring global, mendorong komersialisasi inovasi, serta mengembangkan kampus hijau yang berkelanjutan, UNIMUS terus mempertegas komitmennya menjadi perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam reputasi internasional, tetapi juga menghadirkan solusi bagi pembangunan Indonesia dan dunia.
Reportase Humas Unimus (Irham)
![]()