Semarang | Memasuki usia ke-27 tahun, Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) menegaskan komitmennya untuk memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi unggul yang mampu bersaing di tingkat internasional. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Terbuka Senat Milad ke-27 UNIMUS yang digelar di Aula Lantai 8 Gedung Kuliah Bersama (GKB) II, Selasa (4/8/2026).

Rapat senat dipimpin Ketua Senat UNIMUS Prof. Dr. Purnomo, S.T., M.Eng., didampingi Rektor UNIMUS Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd. Kegiatan ini dihadiri jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, pimpinan perguruan tinggi di Kota Semarang, serta sivitas akademika.

Dalam laporan tahunan, Rektor UNIMUS Prof. Masrukhi menyampaikan bahwa usia ke-27 menjadi momentum penting bagi universitas untuk memasuki fase pemantapan sebagai universitas unggul. Sejak berdiri pada 4 Agustus 1999, UNIMUS terus berkembang dengan tetap berpegang pada visi menjadi perguruan tinggi unggul, berkarakter Islam berkemajuan, berbasis teknologi, dan bereputasi internasional.

“Tahun 2026 merupakan fase pemantapan universitas unggul. Kami mengusung nilai Excellence and Religious sebagai fondasi dalam seluruh aktivitas akademik universitas,” ujarnya.

Prof. Masrukhi menjelaskan, setelah berhasil meraih akreditasi institusi Unggul pada awal 2025, UNIMUS kini mempercepat langkah menuju pengakuan internasional. Berbagai instrumen pemeringkatan dunia mulai dipersiapkan, seperti QS Asian University Rankings, QS Sustainability Rankings, Times Higher Education (THE) Impact Rankings hingga THE Subject Rankings.

“Alhamdulillah pada tahun ini UNIMUS telah dinyatakan memenuhi syarat atau eligible untuk mengikuti sejumlah pemeringkatan internasional tersebut. Saat ini kami sedang menyelesaikan seluruh indikator agar dapat masuk dalam daftar pemeringkatan dunia,” katanya.

Di tingkat nasional, capaian UNIMUS juga terus menunjukkan tren positif. Pada pemeringkatan UI GreenMetric 2026, UNIMUS menempati posisi kedua perguruan tinggi terbaik di Jawa Tengah, peringkat pertama di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) Jawa Tengah, serta peringkat keenam PTMA secara nasional.

Perkembangan juga terlihat dari bertambahnya jumlah program studi. Tahun ini UNIMUS membuka sepuluh program studi baru sehingga total menjadi 48 program studi, dengan 23 di antaranya telah meraih akreditasi Unggul.

Dari sisi sumber daya manusia, UNIMUS kini memiliki 408 dosen, termasuk 105 doktor dan enam guru besar. Tahun 2026 juga menjadi momen bersejarah dengan dikukuhkannya Prof. Dr. Dodi Mulyadi, M.Pd. sebagai guru besar termuda di lingkungan perguruan tinggi swasta Jawa Tengah pada usia 38 tahun.

Jumlah mahasiswa aktif saat ini mencapai 17.569 orang yang berasal dari hampir seluruh provinsi di Indonesia, termasuk 97 mahasiswa internasional. Hingga akhir Juli 2026, jumlah mahasiswa baru tercatat meningkat sekitar 14,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selain memperkuat kualitas akademik, UNIMUS tetap mempertahankan identitasnya sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah melalui pembinaan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Empat mata kuliah AIK, kegiatan mentoring, hingga Pengajian Ahad Pagi menjadi bagian dari pembentukan karakter mahasiswa.

“Hasil evaluasi menunjukkan sekitar 87 persen mahasiswa merasakan peningkatan pemahaman terhadap nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan setelah mengikuti program pembinaan,” ungkap prof. Masrukhi.

Budaya riset juga terus berkembang. Produktivitas dosen dalam publikasi ilmiah, hak paten, hak kekayaan intelektual, hingga penerbitan buku mengalami peningkatan setiap tahun. Sementara itu, prestasi mahasiswa terus bertambah, baik pada bidang akademik, penelitian, olahraga, seni, maupun kewirausahaan.

Untuk mendukung pengembangan mahasiswa, UNIMUS kini menghadirkan sepuluh layanan terpadu, mulai dari layanan beasiswa, pusat bakat dan prestasi, bimbingan konseling, layanan disabilitas, inkubator bisnis, sertifikasi kompetensi, perlindungan mahasiswa, hingga layanan kesehatan.

Di bidang kemitraan, Unimus telah menjalin 821 kerja sama, termasuk 215 kerja sama internasional dengan berbagai institusi luar negeri. Kolaborasi tersebut mencakup pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga pertukaran akademik.

Selain itu pada kesempatan yang sama, Rektor juga mengumumkan rencana peluncuran layanan terapi kanker berbasis teknologi cryosurgery di Rumah Sakit UNIMUS pada 18–19 Oktober 2026 yang akan datang, melalui kerja sama dengan Royale Hospital Guangzhou, China. Pada waktu yang sama, rumah sakit tersebut juga akan menjadi tuan rumah pertemuan dokter spesialis kanker dari berbagai negara di Asia.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Dr. M. Tafsir, M.Ag., memberikan apresiasi atas perkembangan pesat UNIMUS. Menurutnya, dalam usia yang relatif muda, UNIMUS mampu menunjukkan akselerasi yang cepat hingga menjadi salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah yang diperhitungkan di tingkat nasional.

Ia juga mengapresiasi tema pada perayaan Milad yang ke 27 tahun ini, Kampus Hijau Merona . Menurutnya, penghijauan bukan sekadar memperindah lingkungan kampus, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kelestarian bumi. Tafsir mengajak kepada semua orang untuk ikut menjada kelesatian bumi dengan melakukan penanaman tanaman sebagai salah satu bentuk sodakoh untuk alam dan sesama.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd., menyebut UNIMUS sebagai salah satu dari 17 perguruan tinggi swasta berakreditasi Unggul di Jawa Tengah. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kualitas akreditasi institusi dan program studi serta mendorong peningkatan jabatan akademik dosen agar pertumbuhan universitas tetap berkelanjutan.

Berikan orasi ilmiahnya, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si., yang menekankan pentingnya peran perguruan tinggi swasta dalam mendorong kemajuan bangsa melalui inovasi, riset, dan pengembangan sumber daya manusia.

Rangkaian Rapat Terbuka Senat diutup dengan Launching Gerakan  Perluasan Lahan Hijau Unimus – Green Campus dab Agrowisata Kampus ditandai dengan penyerahan Bibit tanaman dari Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si., kepada rektor Unimus dan Penyerahan hasil Agrowisata Unimus.

Menginjak usia ke-27, UNIMUS tidak sekadar merayakan perjalanan panjangnya sebagai institusi pendidikan tinggi. Lebih dari itu, Unimus menegaskan arah baru untuk memperluas kiprah di tingkat global, tanpa meninggalkan jati diri sebagai kampus yang menjunjung nilai-nilai Islam berkemajuan.

Loading